fbpx
Connect with us

Sosial

Lubang-lubang Menganga di Jalur Wisata, 2 Hari Picu 5 Kecelakaan

Published

on

Karangmojo, (pidjar.com)–Jalan Wonosari-Semin saat ini menjadi salah satu jalur tersibuk di Gunungkidul. Jalur ini sendiri menjadi alternatif utama masuknya wisatawan khususnya dari Jawa Tengah. Namun kemudian, masalah berkaitan dengan infrastruktur jalan pun mulai muncul. Di tengah mulai lalu lalangnya bus pariwisata hingga truk besar di kawasan ini, memicu kerusakan jalan. Seperti misalnya di Padukuhan Tenggaran, Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo. Lubang menganga ditemukan di sejumlah titik. Bahkan dalam 2 hari terakhir ini, tercatat terjadi sejumlah kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh kerusakan jalan. Beruntung dalam insiden-insiden ini, tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Ketua RT setempat, Wahyu Wijayanto mengatakan, sepengetahuannya, dalam dua hari ini sedikitnya sudah lima kali kecelakaan tunggal yang terjadi di jalur tersebut. Wahyu sendiri mengaku mengetahui secara persis lantaran rumahnya tepat berada di pinggir jalan. Menurutnya, kecelakaan sendiri terjadi manakala pengguna jalan terperosok di lubang jalan yang cukup dalam. Banyak dari pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang tak menyadari dalamnya lubang di jalan sehingga tak sempat untuk menghindar.

Seperti misalnya pada hari Minggu (13/12/2021) kemarin, sedikitnya ada 4 insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Sejumlah pengendara motor terjatuh setelah terperosok ke dalam lubang. Sementara itu ada juga kendaraan roda empat yang juga celaka setelah roda mobilnya masuk ke lubang yang memang cukup dalam. Kemudian pada Senin (13/12/2021) dini hari tadi, ada mobil yang velgnya rusak lantaran terantuk lubang jalan.

“Apalagi kalau Sabtu dan Minggu, jalur di sini ramai sekali. Ya pengguna jalan biasa, sampai rombongan-rombongan wisatawan,” kata Wahyu kepada wartawan, Senin (13/12/2021).

Ia beberkan lebih lanjut, dengan kondisi lalu lintas yang cukup ramai ini, ia khawatir akan ada banyak korban. Bahkan bukan tidak mungkin, nantinya kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak ini bisa sampai memicu korban jiwa. Hal ini lantaran, dengan karakter jalur yang lurus sehingga rata-rata, para pengguna jalan yang tak menyadari kondisi jalan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

“Seperti pemotor yang kemarin, untung dari lawan arahnya ndak ada kendaraan lain. Kalau ada bisa tertabrak karena memang jatuhnya sudah di tengah jalan, akibatnya pasti fatal,” urai dia.

Wahyu menyebut ada lebih dari lima lubang di jalan berukuran besar hanya dalam radius tak sampai satu kilometer. Dia menduga jalan berlubang akibat semakin banyaknya kendaraan yang melintas. Ramainya jalur di wilayahnya ini tak lepas dari membludaknya kedatangan wisatawan dari Solo, Sukoharjo maupun yang lainnya ketika hendak berwisata ke pantai selatan Gunungkidul.

“Bus-bus pariwisata sudah sangat banyak yang lalu lalang, bahkan juga truk-truk besar sudah mulai lewat sini. Mungkin jalannya karena beban berat jadi tidak kuat, ditambah lagi juga ada yang tergerus air hujan sehingga lubang semakin besar dan dalam,” jelas Wahyu.

Warga sekitar pun berharap pihak terkait segera menambal atau menutup jalan berlubang itu agar kerusakan tak semakin parah. Untuk memperingatkan pengguna jalan, warga setempat sudah memberi tanda jalan yang berlubang dengan cat semprot seadanya.

“Semoga segera ada perhatian,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Amin menambahkan, ia melihat bahwa kerusakan jalan yang terjadi di wilayahnya ini memang semakin parah. Lubang-lubang jalan yang ada menjadi semakin besar dan dalam lantaran memang jalan ini menjadi jalur yang sangat ramai.

“Karena ini jalur provinsi ya, jadi bukan hanya warga setempat saja yang melintas. Tapi juga pengendara dari luar daerah yang lewat untuk wisata dan belum hafal kondisi jalan yang dilintasi,” kata Amin.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler