fbpx
Connect with us

Sosial

Material Yang Datang Tak Sesuai, Warga Miskin Penerima Bantuan Tak Bisa Lanjutkan Pembangunan Rumah

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Gurat kesedihan terpampang di wajah Wadiyono, warga RT 01/RW 06, Padukuhan Kepil, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari. Pasalnya hingga saat ini dia urung membangun rumahnya yang sudah tidak layak huni tersebut. Hal ini lantaran bahan material bangunan yang dipesannya tidak sepenuhnya diterima sesuai pesanan. Sebagai keluarga kurang mampu penerima bantuan program bedah rumah, dia mengaku bingung hendak mengadu ke mana. Saat ini tumpukan bahan bangunan seperti semen, asbes dan batako masih teronggok utuh di pekarangan rumahnya. Ketiadaan biaya membuatnya sulit mewujudkan rumah idaman layak huni sesuai yang dia idam-idamkan.

“Saya itu sudah menanyakan ke toko material yang mengirim bahan bangunan, seharusnya saya itu menerima bantuan senilai Rp 15 juta, tetapi yang bisa cair dananya katanya hanya Rp 10 juta,” keluhnya.

Di Padukuhan Kepil sendiri, setidaknya ada 5 KK miskin penerima bantuan bedah rumah yakni Wadiyono, Sunadi, Sukaryono, Suyono dan Sartono. Lebih lanjut Wadiyono mengisahkan, awal mula dia mendapatkan bantuan program bedah rumah dari H Wasija, tetangganya yang menjadi tokoh masyarakat. Oleh Wasija dia diminta menyetorkan syarat-syarat dukungan agar bisa mendapatkan bantuan tersebut. Salah satunya menyodorkan daftar bahan bangunan yang hendak dibeli dengan menggunakan dana bantuan senilai Rp 15 juta.

Berita Lainnya  Minat Terus Meningkat, Puluhan TKI Asal Gunungkidul Diberangkatkan Pada Tahun 2018 Ini

Wadiyono pun lantas menyodorkan daftar bahan bangunan yang diusulkan antara lain 2 rit pasir, 53 batang besi ukuran 8, semen 48 zak, batako 2000 biji, asbes 1 x 3 m sebanyak 15 lembar, paku usuk 5 kg, paku reng 6 kg, paku reng kayu 2 kg, begel besi 40 kg, kayu papan cor20 lembar, bendrat 2 kg hingga gawang utama + 2 pintu dari kayu.

“Namun yang saya dapatkan sesuai nota adalah 1 rit pasir, 40 batang besi ukuran 8, 30 zak semen, 1500 batako, 15 lembar asbes, 30 kg begel besi, 20 lembar papan cor, 2 kg bendrat dan 9 kg paku. Uniknya, dalam nota yang saya terima itu hanya mencantumkan daftar barang yang dikirim tanpa ada nominal harganya,” paparnya.

Lantaran hanya menerima nota bahan bangunan yang tidak dirinci harga per itemnya, Wadiyono tidak bisa merinci apakah dia menerima barang sudah senilai Rp 15 juta. Namun dia meyakini bahwa bahan bangunan yang diterima nominalnya tidak mencapai Rp 10 juta.

Berita Lainnya  Menyimak Aktifitas Bebakar, Komunitas Anak Muda Yang Suka Rela Didik Anak-anak Gunungkidul

Sementara itu saat dikonfirmasi, H Wasija, program bedah rumah tersebut bisa terwujud atas inisiatif salah satu anggota DPRD Gunungkidul. Dalam prakteknya ia mengklaim bahwa semua sudah teradministrasi dengan baik dan tidak ditemukan kendala di lapangan.

“Memang lewat saya yang mengusulkan, masing-masing menerima dana Rp 15 juta dibagi menjadi 3 termin pencairan. Jumlah totalnya ada 8 KK penerima se Desa Mulo. Semua notanya ada, arsipnya lengkap dan hasilnya memuaskan. Kalau ada yang kurang, itu mungkin bukan program yang saya ajukan,” kelitnya.

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler