fbpx
Connect with us

Budaya

Pembukaan Cupu Kyai Panjala Akan Dilakukan Awal Oktober Ini

Published

on

Panggang,(pidjar.com)–Tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dipastikan akan dilangsungkan pada awal bulan Oktober 2020 ini. berbeda dengan tahun sebelumnya, jumlah pengunjung yang hadir akan dibatasi. Selain itu, ritual juga akan dilakukan lebih sederhana daripada biasanya.

Untuk diketahui, pembukaan Cupu Kyai Panjala merupakan tradisi tahunan yang di gelar di rumah trah Cupu Kyai Panjala, tepatnya di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kanapewon Panggang. Menoleh ke belakang, sebelum adanya pandemic covid-19, ritual tersebut cukup menarik pengunjung.

Biasanya, pengunjung yang datang tidak hanya dari warga lokal Gunungkidul sja, melainkan juga dari luar kabupaten hingga luar provinsi. Kedatangan mereka sendiri ingin mengetahui sejumlah gambar yang ada di puluhan lembar kain penutup cupu. Masyarakat banyak yang mempercayai gambar tersebut sebagai gambaran atau ramalan pada satu tahun ke depan setelah pembukaan.

Terlebih saat ini Gunungkidul akan menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Tentu saja, hal itu menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, gambar di dalam kain penutup cupu dikaitkan dengan sosok pemimpin yang akan terpilih nantinya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Lurah Girisekar, Sutarpan. Ia mengatakan bahwa pembukaan Cupu Kyai Panjala sendiri akan dilangsungkan pada 5 Oktober mendatang. Tepatnya di pasaran jawa Senin Wage malam Selasa Kliwon.

“Akan digelar pada Senin Wage malam Selasa Kliwon. Izin acara ini juga telah didapat setelah ada rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19,” ucap Sutarpan, Kamis (01/09/2020).

Ia menambahkan, untuk melancarkan tradisi tahunan itu maka pihaknya bersama dengan trah Kyai Panjala sepakat bahwa akan menetapkan protokol kesehatan. Dimana hal itu berarti aka nada pembatasan jumlah orang yang datang ke lokasi.

“Jadi kita bagi beberapa ring, ring 1 ada di rumah pak Dwijo Sumarto yang berada disitu hanya keluarga trah dan mungkin beberapa orang yang punya hajat,” kata Sutarpan.

“Kemudian di rumah depan itu untuk keluarga trah yang membuka cupu dan tamu undangan 5 orang dan teman-teman pers,” lanjut dia.

Kemudian di ring 2, tepatnya di pekarangan Dwijo Sumarto di ruang lingkup RT 9 juga dibatasi. Biasanya orang yang berada di lokasi tersebut mencapai ratusan, namun besok dibatasi hanya pupuhan orang saja.

“Tidak semua pengunjung masuk kita menjaga di pintu masuk. Yang masuk di ring dua pun kita batasi yang tidak diperkenankan berjubel di ring dua,” terang dia.

Terkait dengan tradisi makan bersama atau kembulan satu piring berdua bagi para pengunjung pun secara umum ditiadakan. Ia menjelaskan nantinya hanya pihak keluarga yang melakukan tradisi tersebut.

“Untuk mengesahkan tradisi, nanti yang makan kembulan itu hanya keluarga saja. Ini demi kelancaran acara dan juga untuk mentaati protokol kesehatan,” beber Sutarpan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler