fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pertamina Berencana Bangun Lebih Banyak Pertashop di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pertamina berencana untuk mendirikan lebih banyak Pertashop di kawasan pesisir dan perbatasan Kabupaten Gunungkidul yang belum terjamah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Hal ini dilakukan karena berdirinya Pertashop di 3 Kalurahan mengalami perkembangan yang baik.

Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Rayon III Yogyakarta yang membawahi Gunungkidul dan Bantul, Joko Priambodo mengatakan, sejak Agustus lalu 3 pertashop telah beroperasi di sejumlah kapanewon di Gunungkidul, yakni di Sidoharjo, Kapanewon Tepus; Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo; Kalurahan Jurangjero,Kapanewon Ngawen. Berdasarkan evaluasi pertamina, penjualan di unit yang dikelola oleh BUMDes dengan pendampingan Pertamina ini tergolong sukses.

Di wilayah Tepus sendiri misalnya, per harinya rata-rata BBM yang laku terjual sebanyak 900 liter. Jumlah ini tergolong sangat bagus dan kemudian untuk di dua titik lainnya mencapai 400 sampai 500 liter per harinya. Dengan diterimanya pertashop di kalangan masyarakat ini pemerintah dan pertamina akan memperluas jangkauannya.

“Penjualannya sangat bagus dan diterima oleh masyarakat. Pengelolaannya dengan skema Codo yaitu Pertamina dan BUMDes,” kata Joko Priyambodo, Rabu (16/12/2020).

Pihaknya sangat mendorong pengelolaan untuk menerapkan strategi penjualan yg paling efektif di masing-masing titik. Dengan diterimanya pertashop ini, akan dilakukan perluasan di titik yang belum tersentuh SBPU. Beberapa kawasan telah dilakukan survey oleh tim, komunikasi dengan calon mitra pengelola intens dilakukan.

Berdasarkan survei yang dilakukan titik-titik yang dibidik adalah daerah Panggang, Tanjungsari, Ponjong, dan Gedangsari. Saat ini proses penyiapan administrasi dan lahan sudah mulai dilakukan.

“Untuk titiknya (Kalurahan) ini masih dalam proses. Besok saja kalau sudah pasti,” tambah dia.

Ia mengungkapkan perluasan jangkauan inu dimaksudkan memberikan kemudahan akses dan mendekatkan masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan kualitas dan harga yang sama dengan di SPBU. Kemudian juga mengembangkan dan memajukan BUMDes yang ada di wilayah pertashop.

Sementara itu, Kepala Seksi Usaha Perekonomian Masyarakat Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Khoiru Rahmat Widiyanto mengatakan sejauh ini pertashop masih dalam pendampingan pertamina. Nantinya jika sudah bisa berjalan sendiri akan diserahkan ke BUMDes.

“Masih 3 kalurahan. Sepertinya perluasan akan dilakukan kedepan oleh pertamina,” kata Khoiru.

Nantinya akan memberi efek domino pergerakan perekonomian dan mendekatkan akses masyarakat.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler