Peristiwa
Polisi Bersenjata Lengkap Masih Jaga Rumah Terduga Teroris
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selang beberapa hari pasca penggeberebekan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, polisi masih terus mengamankan rumah Mar (47) warga Padukuhan Ngunut Tengah, Desa Ngunut, Kecamatan Playen. Sebanyak satu regu Sat Sabhara Polres Gunungkidul bersenjata masih ditempatkan di lokasi kejadian. Penjagaan sendiri dilakukan untuk mengamankan dua rumah yang sebelumnya digrebek oleh Tim Densus. Petugas pun nampak membawa persenjataan lengkap demi mengantisipasi terjadinya hal yang tidak dinginkan.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih membantu melakukan pengamanan di sekitar TKP. Garis polisi juga masih terpasang di dua rumah yang sempat diobok-obok tim Densus.
“Masih kita bantu penjagaan di sekitar lokasi. Kita terjunkan 1 regu dari Sabhara,” terang Agus, Senin (25/11/2019) pagi.
Agus menjelaskan, pasca penangkapan Mar beberapa waktu lalu itu, pihaknya juga semakin memperketat penjagaan di komplek Mako Polres Gunungkidul. Meski tidak menyebut secara detail penjagaan yang dimaksud, namun hal itu dilakukan untuk mencegah adanya aksi teror di lingkup Polres Gunungkidul.
“Jajaran kami tetap meningkatkan kewaspadaan,” singkat dia.

Sementara itu, Kades Ngunut, Iswanto Hadi mengatakan kecurigaan warga terhadap Mar memang sudah lama. Bahkan, pihaknya sempat melaporkan gerak gerik Mar kepada pihak kepolisian.
“Kecurigaan warga ini sudah dilaporkan ke Bhabinkamtibmas dulu. Warga juga sudah pernah dimintai keterangan dan dijawab apa adanya,” paparnya.
Laporan sendiri dilakukan lantaran Mar kerap diketahui melatih diri di sekitar rumahnya. Latihan yang dimaksud ialah seringnya warga melihat Mar berlatih menembak dengan senapan angin dan melempar pisau untuk ditancapkan di batang pohon.
“Kaleng-kaleng digantungkan, untuk latihan menembak memakai senapan angin,” imbuh dia.
Tak hanya itu saja, warga juga sempat mengetahui Mar berlatih fisik yang juga di dekat rumahnya saat malam hari. Mar diketahui kerap merangkak di selokan saat malam hari.
Perlu diketahui sebelumnya, proses penangkapan yang dilakukan pada Rabu, 20 November 2019. Mar diamankan di Jalan Wonosari – Yogyakarta. Saat itu ia sedang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di sebuah SPBU di Kecamatan Playen.
Setelah ditangkap, baru kemudian tim Densus 88 mendatangi rumah Mar. Petugas menemui istrinya untuk kemudian diinterogasi. Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan di rumah tersebut. Beberapa barang bukti diamankan, seperti empat buah panci yang di dalamnya terdapat bahan peledak. Kemudian ada senjata api rakitan, senapan angin, anak panah dan busur, serta beberapa buku berisi tentang tauhid.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
