fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Proyek Pembangunan dan Pemberdayaan Dipending, Pemkab Siapkan Anggaran Ratusan Miliar Untuk Penanganan Corona

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah masih fokus dalam penanangan covid 19 di Kabupaten Gunungkidul. Sejak awal kemunculan wabah global ini, anggaran yang ada kemudian dialihkan untuk program penanganan dan penanggulangan corona. Pada tahap awal lalu, Pemkab Gunungkidul telah menyediakan anggaran sebesar 47,78 miliar rupiah untuk penanggulangan corona. Sampai dengan saat, dari anggaran tersebut, sudah dicairkan atau digunakan sebesar 28 miliar rupiah atau 60,74 persen dari total anggaran yang ada.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengungkapkan, adanya wabah global ini memang menjadi perhatian bersama. Tak bisa dipungkiri, dalam penanganannya, tak hanya sektor kesehatan saja yang memerlukan penganggaran, namun berbagai sektor lainnya juga terdampak akibat pandemi. Sehingga kemudian, pemerintah memerlukan anggaran yang cukup besar dalam rangka penanggulangan bencana ini. Adapun fokus utama gelontoran anggaran yakni pada penanganan kesehatan, selanjutnya dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial.

Dengan pertimbangan ini, pihaknya lantas merefokusing anggaran yang semula dialokasikan untuk program pembangunan, pemberdayaan hingga belanja daerah. Tahap pertama dan kedua ada 47,78 miliar yang disediakan. Anggaran itu paling banyak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan, mulai dari APD, obat-obatan dan pengadaan lainnya.

Berita Lainnya  Di Tengah Cuaca Buruk, Obyek-Obyek Wisata Tetap Dipatok Target Tinggi

“Baru 60,74 persen anggaran itu yang digunakan itu,” jelas Saptoyo, Sabtu (06/06/2020).

Meski masih memiliki sisa anggaran yang belum dimanfaatkan, pemerintah masih tetap menyediakan anggaran lanjutan. Total saat ini ada 210 miliar rupiah anggaran daerah yang masuk dalam anggaran Belanja Tidak Terduga. Anggaran tersebut dimaksudkan, jika dalam kondisi mendesak, bisa langsung dapat diproses untuk keperluan tanggap darurat.

“Anggaran 210 miliar ini sifatnya penyediaan dana di BTT. Anggaran ini sumbernya dari refocusing APBD 2020. Jika sekiranya dibutuhkan bisa segera diproses,” ujarnya.

Dengan adanya refocussing anggaran ini, tentunya kemudian ada pemangkasan pada sejumlah program pembangunan, pemberdayaan, maupun belanja daerah. Program-program yang dinilai tidak terlalu darurat dan bisa ditunda, kemudian dialihkan.

Saptoyo mengakui, akibat dari kebijakan ini, sejumlah proyek besar batal terealisasi dalam waktu dekat.

Berita Lainnya  Dua Bulan Kekeringan Melanda, Anggaran Rp 90 Juta Sudah Tersedot Untuk Dropping Air

“Kita menyesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Saat ini penanggulangan corona lah yang menjadi fokus utama pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Agus Subaryono memaparkan, beberapa proyek besar yang digagas oleh pemerintah memang terpaksa batal atau tertunda sementara waktu. Mengingat anggaran yang dialihkan, jika pun ada proyek yang masib berlanjut sifatnya memang sangat krusial.

Ia mencontohkan beberapa program yang terhenti diantaranya keberlanjutan pembangunan kawasan perkantoran yang menyentral di Desa Siraman. Tahun ini rencananya, dana miliaran rupiah telah dipersiapkan untuk pembangunan lanjutan gedung BPBD, kemudan disusul lagi dengan pembangunan gedung Pemadam Kebakaran dan Dinas Pertanian dan Pangan.

“Beberapa program besar terkait pembangunan gedung memang tertunda,” ucap Agus.

Belum lagi bidang lain yang juga ikut terdampak. Namun demikian, nantinya jika kondisi sudah membaik dan anggaran telah tersedia tentu proyek-proyek tersebut akan kembali dilanjutkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Gunungkidul.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler