Connect with us

Pemerintahan

Proyek Pembangunan dan Pemberdayaan Dipending, Pemkab Siapkan Anggaran Ratusan Miliar Untuk Penanganan Corona

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah masih fokus dalam penanangan covid 19 di Kabupaten Gunungkidul. Sejak awal kemunculan wabah global ini, anggaran yang ada kemudian dialihkan untuk program penanganan dan penanggulangan corona. Pada tahap awal lalu, Pemkab Gunungkidul telah menyediakan anggaran sebesar 47,78 miliar rupiah untuk penanggulangan corona. Sampai dengan saat, dari anggaran tersebut, sudah dicairkan atau digunakan sebesar 28 miliar rupiah atau 60,74 persen dari total anggaran yang ada.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengungkapkan, adanya wabah global ini memang menjadi perhatian bersama. Tak bisa dipungkiri, dalam penanganannya, tak hanya sektor kesehatan saja yang memerlukan penganggaran, namun berbagai sektor lainnya juga terdampak akibat pandemi. Sehingga kemudian, pemerintah memerlukan anggaran yang cukup besar dalam rangka penanggulangan bencana ini. Adapun fokus utama gelontoran anggaran yakni pada penanganan kesehatan, selanjutnya dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial.

Berita Lainnya  Dua Bacalon Bupati Bantul Ali Rasyid dan Abdul Halim Hadiri Agenda HIPMI BANTUL 'Ngobrol Bareng Bupati Bantul

Dengan pertimbangan ini, pihaknya lantas merefokusing anggaran yang semula dialokasikan untuk program pembangunan, pemberdayaan hingga belanja daerah. Tahap pertama dan kedua ada 47,78 miliar yang disediakan. Anggaran itu paling banyak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan, mulai dari APD, obat-obatan dan pengadaan lainnya.

“Baru 60,74 persen anggaran itu yang digunakan itu,” jelas Saptoyo, Sabtu (06/06/2020).

Meski masih memiliki sisa anggaran yang belum dimanfaatkan, pemerintah masih tetap menyediakan anggaran lanjutan. Total saat ini ada 210 miliar rupiah anggaran daerah yang masuk dalam anggaran Belanja Tidak Terduga. Anggaran tersebut dimaksudkan, jika dalam kondisi mendesak, bisa langsung dapat diproses untuk keperluan tanggap darurat.

“Anggaran 210 miliar ini sifatnya penyediaan dana di BTT. Anggaran ini sumbernya dari refocusing APBD 2020. Jika sekiranya dibutuhkan bisa segera diproses,” ujarnya.

Dengan adanya refocussing anggaran ini, tentunya kemudian ada pemangkasan pada sejumlah program pembangunan, pemberdayaan, maupun belanja daerah. Program-program yang dinilai tidak terlalu darurat dan bisa ditunda, kemudian dialihkan.

Berita Lainnya  Kabupaten Layak Anak, Gunungkidul Masih Gagal Naik Status

Saptoyo mengakui, akibat dari kebijakan ini, sejumlah proyek besar batal terealisasi dalam waktu dekat.

“Kita menyesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Saat ini penanggulangan corona lah yang menjadi fokus utama pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Agus Subaryono memaparkan, beberapa proyek besar yang digagas oleh pemerintah memang terpaksa batal atau tertunda sementara waktu. Mengingat anggaran yang dialihkan, jika pun ada proyek yang masib berlanjut sifatnya memang sangat krusial.

Ia mencontohkan beberapa program yang terhenti diantaranya keberlanjutan pembangunan kawasan perkantoran yang menyentral di Desa Siraman. Tahun ini rencananya, dana miliaran rupiah telah dipersiapkan untuk pembangunan lanjutan gedung BPBD, kemudan disusul lagi dengan pembangunan gedung Pemadam Kebakaran dan Dinas Pertanian dan Pangan.

Berita Lainnya  Diperuntukan Bagi Ekonomi Bawah, Kementerian Keluarkan Program Gerakan Setengah Miliar Masker

“Beberapa program besar terkait pembangunan gedung memang tertunda,” ucap Agus.

Belum lagi bidang lain yang juga ikut terdampak. Namun demikian, nantinya jika kondisi sudah membaik dan anggaran telah tersedia tentu proyek-proyek tersebut akan kembali dilanjutkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Gunungkidul.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler