Peristiwa
Selama Ramadhan, Jalur-jalur Rawan Balap Liar Ini Disanggong Polisi
Wonosari,(pidjar.com)–Jajaran Polres Gunungkidul melakukan pemetaan sejumlah titik rawan balap liar di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini untuk mengantisipasi dilakukannya tradisi balap liar yang biasa dilakukan oleh para kawula muda menghabiskan waktu sebelum dan sesudah sahur. Tindakan ini dianggap meresahkan dan mengganggu keamanan, ketertiban serta kenyamanan masyarakat umum.
Kabagops Polres Gunungkidul, Kompol Mustaqim mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan 18 Polsek di Gunungkidul untuk memetakan lokasi rawan balap liar. Hasil pemetaan, titik-titik rawan kegiatan balap liar adalah di jalan yang kondisinya landai, lurus serta mulus.
Adapun diantara titik-titik yang menjadi fokus perhatian dan pengawasan adalah di sepanjang JJLS di wilayah Kapanewon Rongkop, Tepus, dan Tanjungsari. Mengingat 3 ruas jalan ini kondisinya minim kelokan. Kemudian jalan baru di kawasan utara yakni jalan Patuk-Gedangsari.
“Kemudian jalan seputaran lapangan Wareng, Wonosari itu juga sering digunakan untuk balap liar. Termasuk jalan raya Bedoyo-Ponjong,” ucap Kabagops Polres Gunungkidul, Kompol Mustaqim, Sabtu, (21/02/2026).
Sebagai upaya antisipasinya, pihak kepolisian akan menggencarkan kegiatan pembinaan dan penyuluhan tethadap masyarakat umum akan bahaya aksi balap liar. Selain itu pihaknya juga akan mengadakan patroli secara rutin pada jam-jam tertentu seperti setelah subuh, menjelang buka puasa, dan menjelang sahur.

“Selain dari jajaran Polres, nanti dari masing-masing Polsek juga akan melakukan patroli rutin,” tandasnya.
Selain balap liar, aktifitas remaja yang patut diwaspadai saat bulan Ramadan yakni aksi perang sarung. Petugas juga akan turun ke lapangan untuk mengedukasi mengenai bahaya perang sarung.
Mengingat kejadian beberapa tahun terakhir banyak terjadi aksi perang sarung yang dilakukan oleh para remaja hingga berujung digelandang ke Polres Gunungkidul untuk pembinaan.
“Itu (perang sarung) juga patut diwaspadai dan diantisipasi,” jelasnya.
Mustaqim menambahkan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dan waspada akan potensi tindak kejahatan, misalnya pencurian sepeda motor, gas, hingga barang berharga lainnya. Polisi meminta agar masyarakat lebih mengintensifkan ronda malam di wilayah masing-masing.
“Sat Binmas sudah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menghidupkan kembali kegiatan ronda malam. Kemudian Bhabinkamtibmas dan jaga warga juga rutin sambang ke warga dan patroli wilaya mereka,” tutupnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized7 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
