fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Target 2020 Mulai Difungsikan, RSUD Saptosari Hingga Kini Belum Punya Tenaga Medis

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pembangunan fisik RSUD tipe D di wilayah Kecamatan Saptosari saat ini sudah memasuki ke tahap finishing. Namun demikian, rumah sakit yang berada di kawasan pesisir tersebut belum dapat melakukan perekrutan tenaga medis lantaran belum adanya penetapan dari bupati terkait dengan pejabat struktural rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan, saat ini sudah tidak ada penambahan pembangunan fisik di RSUD Saptosari. Pihaknya mengebut pengerjaan taman serta sedikit polesan untuk finishing bangunan rumah sakit.

“Tahun 2019 fokus finishing, nambah dikit-dikit misal taman dan lainnya, untuk bangunan sudah cukup,” kata Dewi kepada pidjar.com, Kamis (25/07/2019).

Ia memaparkan, pihaknya menargetkan seluruh pengerjaan proyek tersebut akan rampung pada akhir tahun 2019 ini. Sehingga pada awal 2020 RSUD Saptosari dapat difungsikan.

Namun begitu, hal lain yang masih membutuhkan perhatian yakni terkait dengan pengadaan tenaga medis. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih menunggu penetapan bupati tentang pejabat struktural rumah sakit tersebut.

Berita Lainnya  TPI Higienis Sadeng Senilai 1,5 Miliar Dioperasikan, Ikan Gunungkidul Kini Bisa Langsung Diekspor

“Setelah ada penetapan baru kita bisa menyusun stafnya bersama pejabat di rumah sakit itu,” kata dia.

Terkait dengan kemungkinan pengunaan tenaga medis sementara dari RSUD Wonosari Dewi tidak menutup kemungkinan. Namun ia berharap nantinya tidak menganggu pelayanan di RSUD Wonosari.

“Harapannya tidak menganggu pelayanan di RSUD Wonosari,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka memaparkan, pada tahun 2019 ini, pembangunan fisik berupa pengolahan limbah serta fasilitas penunjang lain tengah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Tahun ini juga ada alokasi pengadaan alkes (alat kesehatan) untuk RSUD Saptosari senilai Rp 12 miliar. Saat ini sedang proses pengadaan,” beber Dewi.

Pengadaan senilai Rp 12 miliar tersebut hanyalah sebagian kecil dari kebutuhan alkes. Sebab, jika untuk memenuhi kebutuhan peralatan kesehatan dengan standar yang ditentukan membutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar rupiah.

Berita Lainnya  Ironi Jalan Perbatasan di Kawasan Timur Yang Seperti Kali Asat, Ini Janji Pemerintah Kabupaten

“Untuk rinciannya (alkes) saya kurang begitu hafal. Intinya kita nyicil dulu, karena alkes yang kita butuhkan senilai Rp 50-60 miliar. Semoga tahun 2020 bertahap dapat kita cukupi,” terang dia.

Selain pembangunan fisik dan pengadaan alkes, tahun ini pemerintah juga sedang mengusulkan pejabat struktural untuk nantinya menempati RSUD Saptosari. Pihaknya berharap, sejumlah nama yang diusulkan segera diangkat dan dilantik oleh bupati.

“Pejabat struktural tersebut yang akan kita dampingi untuk menyiapkan beberapa regulasi dalam rangka operasional tahun 2020,” ucap dia.

Perlu diketahui, pembangunan RSUD Saptosari sendiri telah dimulai sejak tahun 2017 silam dengan total anggaran Rp 19 miliar. Adapun rinciannya, Rp 15 miliar pada tahap pertama pada tahun 2017, kemudian Rp 25 miliar pada tahun 2018 dan Rp 9 miliar pada 2019.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler