Sosial
Tekan Angka Bunuh Diri, Rumah Zakat Bentuk Majelis Taklim Lansia
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul selama ini masih terus terjadi. Di triwulan pertama 2021 ini saja, sudah ada belasan kejadian gantung diri. Hal tersebut menimbulkan keprihatinan dari sejumlah kalangan. Banyak yang ingin ikut terlibat dalam penanggulangan bunuh diri yang pertahunnya mencapai puluhan kejadian.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Rumah Zakat Kapanewon Semanu. Bersama dengan pemerintah Kapanewon, lembaga ini bersinergi mendirikan majelis taklim Lansia Husnul Khotimah yang bergerak dibidang sosial dan pendampingan kepada lansia di Kalurahan Pacarejo.
Fasilitator Rumah Zakat di Kalurahan Pacarejo, Ratno mengatakan majelis ini merupakan bagian dari unit program Kalurahan Ramah Lansia yang diharapkan menjadi wadah lansia mendapatkan lingkungan sosial yang mendukung kehidupannya agar lansia tetap sehat, aktif, produktif dan bahagia.
Sehingga para lansia ini merasa diperhatikan dan tidak kesepian. Mereka bisa berkeluh kesah kepada para pendamping dan bersama-sama mencari solusi untuk pemecahannya, agar terhindar dari pemikiran atau tindakan ke bunuh diri.
“Kegiatannya beragam, mulai dari pengajian, pemberdayaan dan pendampingan, ataupun kegiatan sosial. Kami memiliki komitmen untuk turut membantu menekan kasus bunuh diri di Gunungkidul,” kata Ratno.

Biasanya, para lansia ini juga rutin mengikuti kegiatan olahraga untuk menjaga kesehatan mereka. Kemarin juga dilakukan jalan terapi hati dan kolam ikan terapi di taman lansia/active zone yang dibangun Rumah Zakat baru-baru ini.
“Ada 38 lansia yang menjadi anggota Pos Lansia Husnul Khotimah ini,” paparnya.
Sementara itu, Ustadz H.Sholihi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh lembaga Rumah Zakat yang dengan kesadaran sendiri peduli terhadap lansia dan kompak akan mensupport majelis taklim lansia ini. Dirinya juga merasa prihatin atas kasus bunuh diri yang masih terus terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Untuk itu ulama juga turut bergerak dalam menekan kasus sosial ini.
“KUA juga memiliki ketugasan dalam pembinaan masyarakat salah satunya majelis taklim. Saya harap majelis lansia ini mampu memberikan perhatian yang khusus,” ucap Sholihin.
Adapun dari KUA nantinya akan mengadakan pertemuan dengan lansia-lansia ini untuk memberikan pengetahuan tentang keagamanaan setiap Jumat sore.
“Mari kita bersama-sama menumbuhkan keperdulian untuk menekan bunuh diri,”tutupnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
