fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Terkendala Anggaran, Pembangunan Rumah Sakit di Ngoro-oro Urung Dilanjutkan

Diterbitkan

pada

BDG

Patuk, (pidjar.com)– Pembangunan lanjutan Rumah Sakit tipe D yang berlokasi di Padukuhan Tawang, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, tak kunjung terealisasi. Lantaran terkendala anggaran, sejak tahun 2020 bangunan yang baru berdiri satu lantai itu belum juga dirampungkan.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nanang Irwanto, mengatakan pembangunan rumah sakit tipe D di Kalurahan Ngoro-oro tersebut merupakan salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Gunungkidul tahun 2016-2021 silam di era Bupati Badingah. Dalam perhitungan anggaran, guna menyelesaikan pembangunan fisik setidaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp. 34 miliar. Untuk pembangunan tahap pertama, baru terlaksana pada 2019 lalu yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 6 miliar.

Berita Lainnya  Belasan Ribu Warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Masih Belum Tertangani Pemerintah

“Ini salah satu program Bupati Badingah dulu, lainnya yang sudah dibangun itu RS Saptosari dan Puskesmas Ponjong 2 di Kalurahan Bedoyo,” ucap Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nanang Irwanto.

Dijelaskannya, pada tahun 2020 pihaknya sempat mengajukan anggaran sebesar Rp. 25 miliar untuk melaksanakan pengerjaan fisik. Namun pelaksanaannya urung dilakukan karena imbas dari refokusing akibat pandemi covid19 pada saat itu. Kemudian pada tahun 2021 dan 2022 pembangunan fisik belum dapat dilanjutkan lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Gunungkidul.

“Tahun 2023 ini juga belum ada anggaran, saya rasa hampir semua Pemda punya kondisi keuangan yang sama. Kami tetap selalu mengusulkan anggaran untuk melanjutkannya, hanya saja kemampuan keuangan daerah memang terbatas,” imbuh Nanang.

Berita Lainnya  Dilarang Digunakan Untuk Mudik dan Piknik, Kendaraan Dinas Pemkab Gunungkidul Dikandangkan Selama Lebaran

Menurutnya, dalam pembangunan rumah sakit selain membutuhkan bangunan fisik juga perlu instrumen vital lainnya yaitu sumber daya manusia serta peralatan operasional yang memadai. Ketiga hal tersebut ia nilai tidak dapat dipisahkan sehingga memang perlu dukungan anggaran yang besar untuk memenuhinya.

“Supaya persiapan antara anggaran dengan sumber daya manusia serta peralatan operasional terpenuhi, ketiganya harus berbarengan. Bisa saja misalnya fisik sudah dibangun tapi SDM dan peralatannya belum ada malah mubadzir,” jelasnya.

Lurah Ngoro-oro, Sukasto, menyampaikan pihaknya masih menunggu kelanjutan pembangunan rumah sakit di wilayahnya tersebut. Meskipun di wilayahnya sudah ada puskesmas, namun keberadaan rumah sakit dinilai cukup penting untuk melakukan tindakan lanjutan yang diperlukan.

Berita Lainnya  Tinggal 1 Desa di Gunungkidul Yang Masuk Kategori Rawan Pangan

“Kemarin juga sempat menyampaikan terkait pembangunan agar dilanjutkan, tapi kami masih menunggu kelanjutannya,” terang Sukasto.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler