fbpx
Connect with us

Peristiwa

Terpeleset Saat Main Air di Ngembel, Bocah SMP Meregang Nyawa

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Naas dialami oleh Yuda Satria Darmawan (16) warga Padukuhan Ngemplek, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari. Yuda yang terpeleset dan jatuh ke bebatuan saat bermain air di Sumber Air Ngembel, Padukuhan Karangtengah 1, Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Korban sendiri sempat dilarikan ke RSUD Wonosari saat dalam kondisi tak sadar akibat luka berat di bagian kepala dan sekujur tubuhnya pada Kamis (12/12/2018) malam usai terjadinya insiden tragis itu.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa naas yang dialami oleh bocah yang masih duduk di kelas 3 SMP itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Menjelang sore, Yuda bersama kurang lebih 10 orang temannya bermain air di sumber air Ngembel. Namun apesnya, saat ia hendak berjalan naik dari posisi sebelumnya, Yuda justru terpeleset.

Korban akhirnya terjatuh dan membentur bebatuan yang ada di sekitar lokasi kejadian. Akibatnya cukup fatal, benturan yang cukup keras membuat bocah naas itu sampai mengalami pendarahan di bagian telinga, hidung dan mulut. Mendapati Yuda bersimbah darah dan langsung tak sadar, rekan-rekan korban mulai dilanda kepanikan. Sebagian dari mereka lalu berteriak-teriak meminta pertolongan kepada warga setempat.

Warga lalu membawa Yuda ke RSUD Wonosari yang kemudian langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Sayangnya takdir berkata lain, berselang beberapa jam kemudian, Yuda menghembuskan nafas terakhirnya.

“Lokasi kejadian masuk di wilayah binaan Desa Karangtengah. Kejadian memang menjelang sore, warga yang mengevakuasi bersama teman-teman korban,” kata Bhabinkamtibmas Desa Karangtengah, Brigadir Ribut Santoso, Kamis (13/12/2018) saat dikonfirmasi.

Bedasarkan informasi yang diperoleh pula, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIB. Sejak masuk ke RSUD, menurut Ribut, kondisi korban memang terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Terpisah, Kasi Humas Polsek Wonosari, Aiptu Sudiyono, juga membenarkan adanya insiden tersebut. Dari pihak kepolisian telah melakukan pendataan terhadap kronologi dan data pendukung lainnya. Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat diminta untuk menguatkan keluarga korban dan memberikan dukungan agar dapat menerima kejadian yang dialami putranya.

“Iya dapat laporan dari anggota. Ada yang telah melakukan pendataan,” kata dia.

Ia pun menghimbau agar masyarakat lebih melakukan pengawasan terhadap aktifitas putra putrinya. Selain itu, juga menghimbau bagi para orang tua atau anak-anak untuk lebih berhati-hati saat beraktifitas di daerah yang berair. Bukan tidak mungkin masuk di musim penghujan ini terdapat titik-titik yang rawan dan licin.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler