fbpx
Connect with us

Sosial

Tingkatkan Produktivitas Petani, Pemerintah Berikan Alsintan dan Pembangunan UPPO

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Di tengah pandemi seperti saat ini pemerintah kian serius mengandalkan petani sebagai produsen pangan. Baru baru ini, Pemkab Gunungkidul menyalurkan puluhan alat mesin pertanian ke sejumlah kelompok tani. Diharapkan bantuan alat ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian milik masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, ada puluhan alat pertanian yang diberikan ke kelompok. Adapun jenisnya meliputi 16 pompa air, 15 power threser, tiga traktor roda dua, empat handsprayer dan lima mesin pencacah rumput.

“Bantuan tidak hanya dari pemerintah kabupaten, tapi juga ada yang berasal dari provinsi maupun pemerintah pusat,” kata Bambang, Minggu (21/06/2020).

Menurut dia, mayoritas bantuan diberikan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Diharapakan dengan alat tersebut maka pengolahan dan pemeliharaan tanaman bisa lebih dioptimalkan.

“Tidak hanya untuk pertanian, kami juga memberikan bantuan alat pencacah rumput ke kelompok ternak,” ungkapnya.

Dikatannya, masing-masing alat yang diberikan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Sebagai contoh, pemberian pompa air untuk mengantisipasi adanya kekeringan sehingga tanaman bisa tumbuh subur walaupun memasuki musim kemarau.

“Kalau powerthreser untuk mengurangi hilangnya hasil karena tercecer sehingga panennya bisa lebih optimal,” jelas dia.

Sektor pertanian memang benar-benar tengah bergeliat dikondisi apapun. Untuk memaksimalkan pertanian, pemerintah memang memberikan perhatian lebih, selain bantuan alat pertanian yang canggih guna membantu masyarakat agar lebih efisien, pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO).

Ada 6 titik yang telah rampung pembuatan UPPO ini diantsranya Kelompok Tani Karangjambu, Peron, Bleberan, Playen; Kelompok Tani Karangrejo, Sawahan 2, Bleberan, Playen, dan Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Bandung, Bandung, Playen. Kemudian Kelompok Tani Ngudi Mulyo Garotan, Bendung, Semin; Kelompok Tani Marsudi Rejeki Kalangbangi Wetan, Ngeposari, Semanu; serta Kelompok Tani Sido Dadi, dusun Tompak, Wiladeg, Karangmojo.

“Pembangunan UPPO ikinsebagai upata untuk mendjkung petani dalam penyediaan pupul organik secara mandiri,” ujar Raharjo Yuwono, Kepala Bidang Tanaman Pangan.

Para petani memang dibekali edukasi dan keahlian untuk membuat pupuk organik, dengan demikian optimalisasi sektor pertanian begitu cepat. Disisi lain, juga dapat menekan pengeluaran para petani Gunungkidul.

“Dengan begitu sektor pertanian akan meningkat dan membaik. Kesejahteraan petani juga mengikuti,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler