fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Ultimatum Bupati Soal Lelang Jabatan : Jangan Coba-Coba Main Suap

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Setelah tertunda beberapa waktu akibat pandemi covid19, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul rencananya akan melakukan lelang jabatan pada tahun 2021 ini. Hal tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan ratusan jabatan dari berbagai formasi yang ada. Dalam prosesnya, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mewanti-wanti agar dalam pelaksanaanya tidak ada kecurangan. Bahkan dirinya mengecam keras bila mana ada suap dalam lelang jabatan tersebut.

Sunaryanta menekankan berkaitan dengan lelang jabatan nantinya harus transparan dan dipastikan mereka yang terpilih adalah yang berkompeten dan profesional. Dirinya juga mengecam tindakan-tindakan yang mengarah kepada aksi suap untuk memperoleh jabatan.

“Jangan coba-coba main suap, baik kepada tim pansel, atau menyuap saya. Semua harus jujur untuk bisa lolos mendapatkan jabatan strategis ini,” tegas Sunaryanta, Selasa (23/03/2020).

Ia menambahkan, kejujuran serta transparansi dalam proses lelang jabatan ini akan berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan. Untuk itu, ia berharap semua pihak dapat bekerja secara profesional guna mendapatkan hasil yang sesuai dengan kebutuhan jalannya pemerintahan.

“Ketugasan mereka adalah melancarkan jalannya pemerintahan memang mereka yang berkompeten harus bekerja maksimal untuk merangsang percepatan sesuai dengan visi misi saya,” kata dia.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Gunungkidul, Anik Indarwati mengatakan, lelang jabatan eselon II hingga sekarang memang masih belum dilanjutkan. Namun demikian dari pemerintah kabupaten Gunungkidul sudah mulai melakukan persiapan yaitu dengan bersurat dan meminta izin ke Kementerian Dalam Negeri.

“Iya masih belum dilanjutkan. Tapi ini sedang bersurat untuk meminta izin dan rekomendasi terkait kelanjutannya,” jelas Anik saat dikonfirmasi.

Belum dilanjutkannya tahapan tersebut lantaran adanya regulasi yang berkaitan dengan Bupati anyar. Sekarang ini banyak jabatan strategis yang kosong, untuk menyikapinya kemudian untuk ketugasan jabatan kosong harus dipilih PLT.

“Tahun ini untuk eselon II ada beberapa yang pejabatnya pensiun diantaranya Assek III, Kepala Kundha Kabudayan, Staf Ahli, dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Mutasi Badan, Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Agus mengatakan dari tahun 2019 sampai dengan Maret 2021 ini ada kekosongan 102 formasi dari eselon II sampai dengan eselon IV.

Adapun untuk 2019 lalu kekosongan jabatan diantaranya Kepala BKPPD, Kesbangpol, dan Satpol PP. Kemudian di tahun 2020 Assek II, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Staf Ahli, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler