fbpx
Connect with us

Sosial

Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat, Masyarakat Mulai Buat Saluran Pembuangan Limbah Sederhana

Diterbitkan

pada tanggal

Semanu,(pidjar.com)—Gerakan masyarakat hidup sehat terus digencarkan oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kesehatan dan sejumlah instansi lainnya. Sejumlah program terus digetolkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar hidup sehat, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dibidang kesehatan. Salah satu upaya gerakan masyarakat  hidup sehat yang dilakukan oleh warga Kecamatan Semanu yakni dengan dibuatnya saluran pembuangan air limbah (SPAL) sederhana berbasis masyarakat

Beberapa waktu terakhir masyarakat di Kecamatan ini mulai melakukan pembuatan SPAL di lingkup pekarangan masing-masing. Selain untuk mengurangi bercecernya air buangan limbah di sekitar lingkungan, langkah ini diambil untuk menekan kasus demam berdarah dan penyakit lainnya yang disebabkan karena kurang bersihnya lingkungan.

Salah satu kader kesehatan Padukuhan Pragak, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Ismiharyati mengungkapkan, sejak beberapa waktu belakangan Puskesmas Semanu memang gencar melakukan sosialisasi GERMAS. Selain dilakukan sosialisasi, kegiatan nyata pun juga dilakukan oleh pihak puskesmas menggandeng sejumlah masyarakat yang menjadi kader kesehatan. Adapun untuk pembuatan SPAL sendiri memang semula tidak banyak diminati oleh masyarakat lantaran sejumlah factor.

Kendati demikian pendekatan terus dilakukan, semula hanya beberapan namun setelah dampaknya memang  dirasakan kemudian mulai banyak yang minat membuat saluran pembuangan air limbah sederhana ini.

Berita Lainnya  BAPER, Dit Samapta Polda DIY Bagi-bagi Air dan Sembako Kepada Warga Terdampak Kekeringan

“Untuk di padukuhan saya (Pragak) sudah banyak masyarakat yang membuat SPAL. Alhamdulillah, hampir setiap rumah sudah punya pembuangan mandir,,” terang Ismiharyati, Minggu (10/11/2019).

Lebih lanjut, untuk pembuangan ini sendiri dalam pembuatannya tergolong sederhana dan tidak memerlukan biaya banyak. Paslnya untuk bahan yang digunaakan hanya memakai barang yang ada di rumah. Kemmudian juga tidak memerlukan banyak waktu dalam pembuatannya. Di wilayahnya sendiri, memang semula untuk pembuangan air limbah rumah tangga tiidak sehat. Bahkan ada beberapa pembuangan yang justru melewati depan bahkan samping rumah dan dekat dengan jalan umum.

“Setiap ada pertemuan RT atau ibu-ibu itu selalu kami lakukan pendekatan. Toh untuk pembuatan SPAL ini bukan kepentingan bersama, tapi pribadi dan keluarga dampaknya sendiri juga dirasakan oleh mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya kini gencar mengkampanyekan Germas (gerakan masyarakat hidup sehat). Termasuk PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) kini juga digencarkan secara serentak oleh petugas kesehatan.

Berita Lainnya  Pendaftaran CPNS Online Ditutup, Ribuan Pendaftar Isi Ratusan Formasi

“Dua program itu senantiasa menjadi kampanye wajib oleh puskesmas kepada segenap lapisan masyarakat.  Dengan kampanye tersebut output yang diharapkan adalah masyarakat selalu berperilaku hidup bersih dan sehat sehingga risiko terkena infeksi virus dan penyakit bisa diminimalkan,” pungkas dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler