fbpx
Connect with us

Info Ringan

Tujuh Tempat Hiburan Yang Terbengkalai Dari Berbagai Negara

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Tempat rekreasi yang dulunya bisa membuat senang dan selalu jadi tempat yang paling ditunggu-tunggu saat libur sekarang sudah berubah menjadi usang, sepi, dan menakutkan. Bagaimana jika diulas, yuk tujuh tempat hiburan yang sudah terbengkalai ini.

Okpo Land

Okpo Land ini disebut-sebut sebagai taman hiburan yang paling mengerikan di Korea. Bertempat di Korea Selatan, Okpo Land dulunya dikenal sebagai taman hiburan paling populer di Asia. Terkenal dengan wahana permainan Duck Train sebelum ditutup secara misterius karena kecelakaan di tahun 1999 yang memakan dua korban jiwa pada saat itu. Kematian pertama terjadi pada awal tahun 1990-an ketika wahana Duck Train tiba-tiba tergelincir, menewaskan seorang gadis dan melukai beberapa pengunjung lainnya. Saat itu, pemilik taman hiburan Okpo Land tidak memberikan penjelasan kepada publik tentang bagaimana atau mengapa kecelakaan itu terjadi.

Sembilan tahun kemudian, kecelakaan serupa terjadi lagi dengan Duck Train yang sama. Lagi-lagi wahana ini tergelincir dan menewaskan lagi satu orang gadis dan penumpang lain jatuh ke tanah dan mengalami cedera serius. Setelah kecelakaan itu, pemilik Okpo Land benar-benar menutup taman hiburan tersebut dan benar-benar ditinggalkan. Belasan tahun telah berlalu setelah taman ditinggalkan, wahana permainan Duck Train menjadi legenda menyeramkan dan mengerikan karena kisahnya hingga sekarang.

Gulliver’s Kingdom

Terletak di Negeri Jepang, dibangun dekat dengan Hutan Aokigahara, tempat pembunuhan diri paling terkenal di Jepang. Gulliver’s Kingdom terinspirasi dari Novel Gulliver’s Travel karya Jonathan Swift. Gulliver’s Kingdom dibangun pada tahun 1997 dan terbengkalai begitu saja setelah terpaksa ditutup pada tahun 2001, hanya empat tahun setelah taman dibuka. Banyak orang berspekulasi bahwa karena tempat ini berdekatan dengan Hutan Aokigahara, rata-rata 200 orang melakukan bunuh diri setiap tahun, menyebabkan jumlah pengunjung terus berkurang. Menurut legenda orang Jepang, tidak heran kalau pengunjung menghindari datang ke taman hiburan ini karena dianggap berhantu.

Setelah penutupan nya di tahun 2001, Gulliver’s Kingdom kosong dan lebat dengan tanaman liar yang tumbuh di sekitarnya. Ditambah dengan bagian tengah taman yang menakutkan, terjulang patung Gulliver setinggi 44 meter yang diikat ke tanah dengan miniatur liliput yang tetap utuh. Taman itu akhirnya benar-benar dihancurkan pada tahun 2007.

Berita Lainnya  Lima Tips Memanggang Kue Agar Tidak Gosong

Pripyat Amusement Park

Banyak teori yang membahas taman hiburan ini. Tetapi, umumnya diketahui bahwa Pripyat Amusement Park ditutup pada hari yang sama ketika dibuka, 27 April 1986, tepat satu hari setelah bencana nuklir Chernobyl yang membawa malapetaka membuat dunia seakan terhenti. Karena jelas, seluruh kota Pripyat, dengan populasi sekitar 50.000 pada saat itu, benar-benar ditinggalkan, bukan hanya taman hiburan namanya saja.

Tingkat radiasi di beberapa bagian taman masih sangat tinggi, tetapi itu tidak mencegah para wartawan, ilmuwan, atau sesekali penjelajah nekat yang gemar berpetualang memasuki bagian Zona Alienasi yang sangat menakutkan ini untuk mendapatkan potret-potret dari kota Pripyat, termasuk dari taman hiburan yang ditinggalkan ini.

Dadipark

Dadipark dulunya merupakan daya tarik utama kota Dadizle yang indah di kota Belgia. Tapi terpaksa harus menutup pintunya pada tahun 2000 disusul dengan insiden mengerikan di wahana air Nautic Jet, di mana lengan seorang anak laki-laki robek karena menaiki wahana air tersebut. Pemilik Dadipark, Gaston Deweer, tidak ditegur atas insiden itu, tapi orang-orang mulai mengeluh tentang sistem keamanannya, mengakibatkan pengunjung taman hiburan itu perlahan-lahan berkurang. Taman itu terbaring kosong dan sepi, lambat laun beberapa coretan graffiti mulai memenuhi tembok yang kosong, ulah orang-orang yang menerobos masuk ke taman hiburan yang sudah ditutup tersebut. Pada tahun 2012, bangunan taman hiburan Dadipark dihancurkan, tetapi tetap menyisakan elemen-elemen wahana seperti perosotan air besar berwarna biru dan kuning tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

Taman Festival, Bali

Taman Festival Bali ini dibangun pada tahun 1997 dan merupakan sebuah tempat yang berisi banyak wahana permainan mulai dari gedung pertunjukan, amphitheather, theater 3D, kebun binatang, wisata alam bahkan gunung buatan yang dapat meletus non-stop. Namun, di tahun 1999 Taman Festival mengalami kebangkrutan yang disebabkan oleh krisis moneter, di mana bangunan yang digadang sangat mewah dan megah ini tidak dapat diselesaikan karena tidak adadana.

Berita Lainnya  Enam Manfaat Air Jahe Bagi Tubuh

Masih banyak terdapat bangunan yang belum selesai dibangun dan menyisakan kerangka yang memberikan kesan horor. Ditambah bencana kebakaran di tahun 2012 yang menambah sensasi horor tempat ini. Saat berkunjung ke tempat ini, bakal berasa seperti di area shooting film horor, deh.

Jazzland

Pada 25 Agustus 2005, Badai Katrina menghantam Pantai Teluk Amerika Serikat. Setelah badai, diperkirakan bahwa 80 persen dari New Orleans berada di bawah air. Salah satu pengingat Katrina yang paling dikenang dan lama adalah Six Flags yang ditinggalkan di New Orleans East. Setelah banjir surut, apa yang tersisa dari taman hiburan adalah tanah kosong, tetapi tetap menjadi daya tarik bagi penjelajah dari segala penjuru dunia. Awalnya disebut Jazzland, taman dibuka pada tahun 2000, tetapi diakuisisi oleh Six Flags pada tahun 2003 dan berganti nama menjadi Six Flags New Orleans (SFNO). Setelah mengalami Badai Katrina, taman tersebut masih tetap berdiri kokoh di bawah dua meter dari air banjir selama lebih dari sebulan yang menyebabkan wahana-wahana berkarat dan rusak karena genangan air banjir tersebut.

Dogpatch

Ketika dibuka pertama kali di tahun 1968, Dogpatch sukses besar. Orang-orang dari Arkansas akan berbondong pergi ke taman hiburan untuk bersenang-senang. Para investor mencoba untuk mempertaruhkan keberhasilan itu ke dalam sister park, “Marble Falls,” yang direncanakan dengan resort ski dan pusat konvensi. Usaha itu gagal dan menyebabkan penutupan taman pada tahun 1993. Properti itu menjadi rusak. Sembilan tahun kemudian, Dogpatch dijual melalui situs e-bay seharga satu juta dolar, tetapi tidak ada yang menawar sama sekali. Pada tahun 2005, seorang remaja mengemudi melalui taman yang sudah terbengkalai tersebut mengalami kecelakaan mobil, mengenai dua kawat yang menggantung yang hampir memenggalkan kepalanya. Saat ini, taman hiburan Dogpatch sedang dalam renovasi untuk rencananya akan dibuka kembali bagi umum.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler