Hukum
Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Pemuda Pelaku Pembakaran Surat Suara Terancam Penjara 2 Tahun
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus pembakaran dan perusakan surat suara yang terjadi di TPS 9. Padukuhan Jaranmati II, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo pada 17 April 2019 silam berujung pidana. MWK, pemuda asal Padukuhan Jaranmati II, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, pelaku pembakaran dan perusakan surat suara tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran surat suara saat Pemilu 2019 lalu. Saat ini, kasus yang ditangani Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) Gunungkidul telah memasuki tahap penyidikan. Rencananya usai hari raya Lebaran, kasus tersebut akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Wonosari.
Koordinator Penyidik Gakumdu Gunungkidul, Iptu Wawan Anggoro ketika ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com di ruangannya mengatakan, setelah kasus tersebut ditangani Polres Gunungkidul sebagai bagian dari Gakumdu pada 15 Mei kemarin, pihaknya telah memeriksa 10 orang termasuk 1 pelaku. Setelah dilakukan analisa dari hasil pemeriksaan tersebut, Gakumdu dalam pembahasannya menetapkan kasus tersebut memenuhi unsur pidana.
“Setelah saksi dan bukti lengkap, MWK ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 351 undang-undang pemilu dengan ancaman hukuman 2 tahun dan denda Rp 24 juta,” ujar Wawan, Jumat (31/05/2019).
Ia menjelaskan pada pembahasan ketiga tersebut, Gakumdu kemudian mengirim berkas ke Kejaksaan Negeri Wonosari atau P 19. Rencananya, sekitar tanggal 10 atau 11 Juni mendatang berkas P21 akan dilimpahkan ke kejaksaan bersama tersangka untuk disidangkan.
“Selama ini tersangka tidak ditahan, sesuai aturannya. Besok kita kirim ke kejaksaan berkas dan tersangkanya, usai lebaran,” kata dia.


Ia menambahkan, saat ini tersangka sendiri tidak ditahan namun dalam pengawasan oleh Panwasdes. Secara kebetulan, Panwasdes di wilayah tersebut adalah orang tua dari tersangka.
“Waktu kejadian itu kan yang mengamankan ayahnya sendiri karena ayahnya Panwasdes. Saat ini diawasi, tidak mungkin kabur,” terang dia.
Wawan menjelaskan, penanganan kasus terkait pidana Pemilu ini merupakan keberhasilan Gakumdu. Sebab selama ini belum pernah ada kasus terkait dengan pidana pemilu yang sampai pada kejaksaan.
“Ini juga sekaligus sebagai pembelajaran. Ke depan ada pilkada, jangan sampai ada yang emosional dan melakukan tindakan-tindakan membuat kegaduhan dalam pemilu karena dapat ditindak secara hukum,” imbuh Wawan.
Wawan menambahkan, sebenarnya banyak kasus yang ditangani oleh Gakumdu selama ini. Namun karena tidak kuat alat bukti dan terbenturnya aturan, sehingga kasus-kasus tersebut tidak bisa berlanjut sampai ke meja hijau.
“Seperti kasus dugaan politik uang, itu tidak memenuhi unsur. Kemudian perusakan APK, tidak jelas pelakunya terlapornya tidak ada,” imbuh dia.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, kasus tersebut bermula ketika tersangka memasuki bilik suara. Kemudian ia membakar dan merobek surat suara. Alasannya, tersangka merasa kesal terkait kinerja wakil rakyat yang tidak bekerja secara maksimal.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized4 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized3 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
