Connect with us

Pemerintahan

Diklaim Hasilkan Data Lebih Akurat, BPS Akan Manfaatkan Gadget Warga Dalam Pendataan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sensus Penduduk yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 mendatang akan menggunakan metode baru. Di mana metode ini memanfaatkan era digital dengan menggunakan gadget penduduk dan dilakukan secara mandiri. Dengan adanya metode ini, diharapkan nantinya keakuratan data lebih terjamin. Dari BPS sendiri nantinya juga akan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terkait data yang masuk dan beberapa hal lainnya.

Penerapan sensus penduduk dengan metode digital ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia dan akan dilakukan secara serentak di seluruh daerah. Selain mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dan tergerak melakukan update data, sistem ini dilakukan juga untuk mengimbangi perkembangan teknologi. Beberapa negara lain pun juga diklaim telah menerapkan sistem semacam ini.

Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul, Sumarwiyanto mengatakan, pada tahun 2020 mendatang untuk pendataan penduduk memang berbeda jika dibandingkan dengan sistem atau metode 10 tahun yang lalu. Untuk menerapkan metode digital sendiri, nantinya petugas akan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berkaitan dengan data dan keaktifan masyarakat dalam memperbarui data mereka. Dalam penerapannya nanti, BPS akan memberikan pelatihan terlebih dahulu kapada petugas, Ketua RT atau orang yang sekiranya ditunjuk oleh masyarakat.

Berita Lainnya  Gelar Pertemuan Dengan Sunaryanta, PAN: Kami Memang Belum Fix Usung Immawan

Pelatihan ini dimaksudkan agar dapat memberikan arahan dan bimbingan pada masyarakat di padukuhannya dalam melakukan pendataan secara mandiri. Alat yang dimanfaatkan hanyalah gadget milik masing-masing masyarakat yang nantinya akan dihubungkan dengan sebuah aplikasi.

“Untuk target paling tidak di satu padukuhan itu 15 orang lah yang dapat dengan sendirinya melakukan pendataan secara mandiri,” terang Sumarwiyanto, Sabtu (10/08/2019).

Lebih lanjut, semantara target dari BPS dalam pelaksanaan sensus secara online ini sendiri yakni sekitar 22 persen dari jumlah penduduk yang ada di Gunungkidul. Sebenarnya sistem ini telah diujicobakan di kabupaten Kulon Progo beberapa waktu lalu. Hasilnya dari target nasional justru melebihi yakni berkisar 30 persen. Ia berharap paling tidak Gunungkidul juga dapat berada pada di garis target atau bahkan melebihi.

Berita Lainnya  RAPBD P 2018 Ditolak Pemda DIY, Usulan Tambahan Anggaran Kunker Anggota DPRD Sebesar 5 Miliar Ikut Kena Imbas

“Kami sadar betul jika pastinya semua belum tentu bisa memanfaatkan sistem ini. Maka dari itu, kesadaran akan kami tumbuhkan melalui sosialisasi. Ada memang sebagian terkendala pengoperasian sistem ini, ada juga yang sebenarnya bisa tapi mungkin malas atau bagaimana,” kata dia.

Masyarakat tak perlu khawatir atau gundah dalam penerapan sensus penduduk dengan metode digital yang akan diterapkan pada Bulan Maret hingga April ini. Pasalnya pada bulan Juli 2019 mendatang, bagi masyarakat yang tidak dapat mengoperasikan dan belum melakukan pendataan secara mandiri akan dilakukan sensus secara manual.

Dalam metode ini, petugas akan disebar di masing-masing wilayah untuk melakukan pendataan secara door to door.

Berita Lainnya  Ngebet Hadirkan Kebun Binatang di Gunungkidul, Pemkab Buka Skema Kerjasama Dengan Investor

“Bulan Mei dan Juni kami jadwalkan untuk evaluasi dan pengecekan data. Dari data base Dukcapil nanti akan kelihatan siapa yang belum melakukan pendataan mandiri, kemudian nanti petugas akan kami sebar untuk pendataan manual,” paparnya.

Pemetaan wilayah kerja dan beberapa persiapan lainnya juga telah dipersiapkan oleh BPS untuk sensus penduduk dengan metode kombinasi antara manual dengan digital ini. Adapun sistem digital sendiri menurut BPS ada beragam keunggulan diantaranya lebih efektif, efisien serta nantinya data jauh lebih akurat.

“Nanti kalau misalnya ada seseorang pada KTP beralamat di Gunungkidul tapi domisili di Jakarta atau kota lain juga dapat diketahui melalui sistem baru ini,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler