Sosial
Proses Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Anyar Gading-Ngalang Memanas, Warga Tolak Tandatangani Surat Persetujuan
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gejolak mewarnai proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan alternatif Gading-Ngalang. Sejumlah warga terdampak pembangunan jalan alternatif tersebut bersikeras untuk tidak menandatangani persetujuan ganti rugi tanah. Penolakan itu dilakukan lantaran warga menuding tidak pernah ada musyawarah terkait penentuan harga sebelumnya. Sempat terjadi adu mulut antara warga terdampak dengan petugas dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul serta tim appraisal dalam pertemuan yang dilangsung di Balai Desa Gading, Rabu (11/07/2018) siang.
Adapun untuk tahap pertama yang akan segera dibangun pada tahun 2018 ini adalah di Padukuhan Gading VIII. Pembangunan jalur alternatif akan dibangun sepanjang 3,5 kilometer dari perempatan Gading hingga Jembatan Nguwok, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari. Nantinya, pada tahun depan pembangunan jalan akan diteruskan hingga tembus ke Jembatan Handayani di Gedangsari.
Salah seorang warga terdampak yang menolak pernghitungan ganti rugi, Riyanto, warga Desa Gading, Kecamatan Playen mengatakan, pada dasarnya dirinya mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan infrastruktur di Gunungkidul. Namun demikian dirinya sangat menyayangkan proses pembebasan lahan yang telah berjalan selama ini terhadap tanah miliknya yang terdampak proyek tersebut.
"Negara kita menganut azas musyawarah untuk mencapai mufakat. Namun selama ini belum ada itu. Tahu-tahu warga dipanggili, dan kemudian ditentukan harganya berapa. Jelas saya menolak karena memang tidak ada rembugan," kata Riyanto, Rabu siang.
Dikatakan lebih lanjut, musyawarah yang diinginkan berkaitan dengan penentuan harga. Sebab selama ini masyarakat tidak pernah diajak berembuk membahas hal itu.

"Kita tidak tahu tanah kita dihargai berapa. Tahunya ya setelah kita disuruh masuk untuk tanda tangan ini," imbuh dia.
Riyanto mengatakan sampai saat ini dirinya bersama warga lain masih bersikukuh untuk tidak mau menandatangani surat persetujuan ganti rugi yang diberikan. Dirinya berharap pemerintah mampu berkomunikasi dengan baik sehingga akan terjadi kesepakatan.
"Kami tidak sulit, yang penting musyawarah dulu," tegasnya.
Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh warga terdampak lainnya, Tugiyono. Dirinya bersama puluhan warga lain tetap akan menolak tanda tangan sebelum ada komunikasi yang baik dari pemerintah.
"Ada sekitar 70 orang yang belum bersedia tanda tangan," lanjut dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Gunungkidul Winaryo langsung membantah tudingan warga. Dengan tegas, ia mengatakan bahwa sosialisasi telah dilakukan sebelumnya. Namun demikian, pihaknya tidak mengetahui besaran ganti rugi yang akan diberikan sebelum warga menghadap untuk persetujuan.
"Penentuan harga itu sepenuhnya tim appraisal. Kami juga tidak tahu," imbuh dia.
Disinggung mengenai adanya penolakan tersebut, dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab penolakan maupun persetujuan itu sepenuhnya hak warga.
"Ya kalau menolak akan kami tinggal. Tapi saya yakin semua pada akhirnya akan setuju," imbuh dia.
Pihaknya pun juga akan melakukan komunikasi dengan warga yang melakukan penolakan. Dalam artian, pihaknya akan memberikan pemahaman terkait ganti rugi.
"Akan ada musyawarah kepada mereka tapi tidak akan ada perubahan harga," terangnya.
Dirinya menjelaskan, dalam pembebasan lahan kali ini pemerintah menghabiskan dana sebesar Rp 37 miliar rupiah dari APBD Gunungkidul. Dalam tahapan pertama jalan akan dibangun sepanjang 3,5 kilometer dengan lebar 15 meter. Jalur inilah yang nantinya akan menghubungkan secara langsung Kabupaten Sleman dengan Gunungkidul dari arah utara via Kecamatan Gedangsari.
-
Uncategorized3 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized1 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Pemerintahan4 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
