Sosial
Desa Ini Siapkan Rumah Karantina Untuk Pemudik Yang Pulang
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah terus menyosialisasikan protokol penanganan penyebaran virus corona. Edukasi ke masyarakat hingga ke tingkat bawah pun dilakukan dengan menggandeng sejumlah petugas dan relawan. Sebagian masyarakat pun mulai paham mengenai pentingnya penanganan pandemi global tersebut. Kini, mulai banyak padukuhan yang membentuk rumah karantina sendiri bagi pendatang dari rantau.
Kepala Desa Putat, Sukadi menuturkan, jika penanganan corona di desanya terus dilakukan. Masyarakat pun mulai sadar mengenai bagaimana pentingnya penerapan hidup sehat, sosial dan physical distancing. Bahkan beberapa waktu lalu, saat ada pemudik yang baru kembali dari Jakarta terdapat sebuah rumah kosong yang dimanfaatkan oleh warga sebagai rumah karantina.
“Di Padukuhan Kepil ada sekitar 5 orang datang dari Jakarta. Sebelum beraktifitas di lingkungan mereka dikarantina selama 14 hari di rumah itu. Tentunya dengan pendampingan dan pengawasan baik keluarga, puskesmas maupun desa,” kata Sukadi, Kamis (17/04/2020).
Hal ini menjadi bentuk kesadaran masyarakat di tengah hantaman virus tersebut. Bukan untuk mengucilkan, namun demi kebaikan bersama. Selepas 14 hari tidak ada keluhan, kemudian dperbolehkan untuk beraktifitas biasa bersama dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menuturkan, edukasi untuk menggugah kesadaran masyarakt terus diberikan. Peran satu sama lain untuk ikut memerangi virus ini sangatlah dibutuhkan. Misalnya dengan tidak keluar rumah, jaga jarak dan menggunakan masker.

Berdasarkan data yang ada sampai dengan Kamis (16/04/2020) kemarin, tercatat ada 9.144 pemudik yang masuk ke Gunungkidul selama corona melanda seluruh daerah. Mereka baru saja pulang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Sumatra dan bahkan 96 diantaranya baru pulang dari luar negeri.
“Tentu mereka menjalani karantina atau isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. Konsultasi dengan medis puskesmas atau rumah sakit dan melapor ke Desa,” jelas Kelik.
Pemudik terbanyak berasal dari DKI Jakarta yang mencapai angka 2.127 orang disusul dari Jawa Barat sebanyak 1.419 orang dan dari Jawa Tengah sebanyak 1.450 orang. Sementara dari Banten ada sekitar 710 orang dari Jawa Timur sebanyak 383 orang dan dari luar Jawa banyak 513 orang.
“Jumlah setiap harinya terus bertambah. Untuk hari ini sedang diupdate. Untuk pantauan dan pemeriksaan pemudik di pintu masuk seperti di terminal tentu tetap dioptimalkan,” tambah dia.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa4 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized5 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
