Pemerintahan
Akui Sulit Mengajak Paslon Kampanye Daring, Bupati Terjunkan Tim Untuk Pengawasan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak 26 September lalu sudah masuk dalam tahapan kampanye pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang ikut berkontestasi dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Gunungkidul. Sampai dengan saat ini, para paslon memilih untuk melakukan kegiatan kampanye tatap muka dibandingkan dengan kampanye daring sesuai yang dianjurkan oleh peraturan di KPU. Hal ini lah yang menjadi sebuah perhatian dari pemerintah untuk terus meningkatkan operasi yustisi.
Pemkab Gunungkidul sendiri mengaku kewalahan untuk mencegah kampanye terbuka. Untuk itu, tim gabungan terus mengoptimalkan operasi yustisi di berbagai daerah, tujuannya untuk menertibkan masyarakat agar menaati dan menerapkan protokol kesehatan dalam segala hal.
“Anggota gugus tugas kami minta untuk melakukan pemantauan kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon,” kata Bupati Gunungkidul, Badingah, Senin (12/10/2020).
Pihaknya terus berupaya mengajak para paslon dan timnya untuk memanfaatkan media sosial atau daring dalam kegiatan kampaye. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran covid-19. Namun hal ini diakuinya sangat sulit, masih saja banyak yang berkumpul dan dikhawatirkan terjadi penularan. Pasalnya satu dengan yang lain tidak diketahui bagaimana aktivitasnya dan berinteraksi dengan siapa saja.
“Tatap muka masih saja dilakukan dan di Gunungkidul paling tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain. Maka dari itu, kami berusaha mendorong paslon untuk memanfaatkan media sosial dan daring,” imbuh Badingah.

Ia berharap jika paslon tetap melakukan kegiatan kampanye dengan tatap muka bisa menjaga protokol kesehatan ketat, seperti menjaga jarak, dan tetap menggunakan masker. Sehingga tidak ada kluster dalam penyelenggaraan Pilkada 2020.
Ketua Paguyupan Lurah dan Pamong (Semar) Gunungkidul, Heri Yuliyanto mengatakan, jika ada yang melakukan sosialisasi atau kampanye tatap muka pihaknya selalu mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan.
Ia juga meminta seluruh jajaran lurah dan pamong kalurahan untuk tetap menjaga netralitas para lurah dan pamong. Ini menjadi sebuah hal penting dan wajib yang harus dipahami bersama.
“Untuk menjaga netralitas, dan kedua pelaksanaan pilkada berjalan lancar dan selamat. Tahapan di masa pandemi ini berbeda dengan pemilu sebelumnya,” ucap Heri.
Sebagai informasi, Pilkada 2020 di Gunungkidul diikuti oleh pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto (PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS), pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi (NasDem), Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan pasangan Sunaryanta-Heri Susanto (Golkar dan PKB).
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa1 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized3 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Peristiwa2 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Kriminal2 jam yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Uncategorized2 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Uncategorized2 hari yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa2 minggu yang laluLaka Maut di Semanu, Pembonceng Tewas Tersambar Truk
-
Hukum2 minggu yang laluTagih Utang Rp350 Ribu Berbuntut Panjang, Polisi Amankan 5 Orang dan 2 Sajam
