Pemerintahan
Pupuk Kesadaran Masyarakat Untuk Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga masih menjadi permasalahan tersendiri untuk diatasi. Sampah rumah tangga seringkali dicampur dan dibuang begitu saja sehingga tidak dipilah. Hal semacam ini sebenarnya mengurangi nilai ekonomi sampah. Padahal, ketika sampah khususnya non organik dipilah dahulu, dapat menjadi nilai ekonomi tersendiri.
Pengawas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Dwi Wiyani, menyampaikan, untuk memperbaiki pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga ataupun padukuhan, perlu adanya kesadaran kolektif terlebih dahulu. Selain itu, perlu adanya bank sampah yang dapat menampung dan mengelola arus sampah yang masuk dan keluar di wilayah tersebut.
“Setiap tahun minimal kita ada pembentukan 10 bank sampah di Gunungkidul, keberadaan bank sampah itu bagian dari upaya mengurangi sampah. Ya mengurangi sampah di rumah tangga dan sampah di pembuangan akhir,” ucapnya, Jumat (04/02/2022).
Konsep bank sampah yang secara berkelompok dikelola oleh masyarakat dinilai mampu mengurangi sampah yang berasal dari rumah tangga. Setiap rumah tangga akan memilah sampah yang bisa dijual dan menjualnya ke bank sampah dan akan masuk dalam tabungan setiap rumah tangga.
“Sampah yang bisa dijual itu biasanya yang non organik,” sambung dia.
Dari data yang dimiliki, di Gunungkidul sendiri baru terdapat sekitar 170 bank sampah. Menurutnya, idealnya satu padukuhan memiliki satu bank sampah yang dapat mengakomodir sampah rumah tangga di suatu wilayah.
“Bank sampah nanti menjual sampahnya ke pengepul-pengepul, banyak kok pengepul di sini,” terang Dwi.
Menurutnya, pihak-pihak produsen yang menghasilkan sampah seharusnya turut membentuk bank sampah di tempat-tempat yang mudah dijangkau masyarakat. Misalnya disediakannya tempat khusus untuk menampung sampah yang berpotensi menimbulkan sampah yang banyak.
“Memang kendala yang paling berat itu ada pada membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah di tingkat rumah tangga dulu,” terangnya.
Menurutnya, modal penting dalam pengembangan bank sampah ialah kepedulian untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Kapasitas tempat pembuangan akhir sampah di Gunungkidul pun sangat terbatas jika dibandingkan sampah yang dihasilkan setiap hari. Jika tidak melakukan manajemen sampah di tingkat rumah tangga, tidak menutup kemungkinan tempat pembuangan akhir sampah dapat overload.
“Jadi sebenarnya kalau dari sumber itu sudah terpilah, semuanya itu gampang. Tapi karena dari sumber itu susah, ya proses selanjutnya ikut susah. Kemarin saya ke Surabaya, satu tempat pusat daur ulang yang mengumpulkan sampah dari masyarakat itu bisa menghasilkan per bulan Rp. 20 juta,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
