Connect with us

Sosial

Hingga Usia 4 Tahun Tak Kunjung Bisa Bicara, Dzakira Butuh Bantuan Alat Bantu Pendengaran

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sekilas memang tidak ada yang terlihat aneh dari tubuh Dzakira Talita Zahara, bocah berusia 4 tahun warga Padukuhan Siyono Kulon, Desa Logandeng, Kecamatan Playen ini. Namun di balik itu semua, ia memiliki kekurangan pada indera pendengarannya. Sehingga sampai dengan saat ini, dirinya tidak bisa berbicara layaknya bocah pada umumnya.

Dzakira sendiri merupakan bocah yang tergolong aktif. Secara fisik seluruh tubuhnya memang tidak memiliki cacat. Dengan rambut lurus sebahu, ia nampak cantik. Namun begitu, dirinya hanya bisa menjerit sembari menunjuk sesuatu jika ia mempunyai keinginan.

Diungkapkan oleh ibunya, Yuni Astanti (38), masalah pendengaran yang diderita oleh Dzakira baru diketahui setelah Dzakira menginjak usia 2 tahun. Kejanggalan itu lantaran sampai dengan usianya tersebut putri kesayangannya belum dapat mengucap sepatah kata pun.

Berita Lainnya  Warga Diimbau Tetap Tenang, Dinas Sebut Antraks Mudah Disembuhkan

“Pernah bisa bilang makan gitu sekali dua kali dulu, setelah itu tidak pernah lagi. Makanya kami curiga,” kata Yuni, Jumat (15/02/2019).

Dalam merawat Dzakira sendiri, kedua orang tuanya harus ekstra sabar. Bagaimana tidak, mereka harus berbicara dengan suara keras dan dekat dengan telinga untuk meberikan pemahaman kepada putri keduanya itu. Kadang kala, apa yang diucapkan orang tuanya tidak bisa diterima dengan baik oleh Dzakira.

“Memang harus dekat, kadang dia kalau malam rewel saat apa yang dia mau dengan apa yang kami lakukan tidak sesuai,” kata dia.

Sebagai orang tua, bersama dengan suaminya Dwi Ratno (38), Yuni kemudian membawa Dzakira ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Dzakira tidak bisa mendengar, sehingga hal itu berdampak Dzakira susah untuk berbicara.

Berita Lainnya  Ucap Syukur Satu Bulan Ramadhan Penuh Berkah, Masyarakat Gelar Tradisi Kenduri

“Kata dokter yang menangani, putri saya tidak bisa mendengar. Sehingga dia tidak bisa berbicara,” kata dia.

Untuk dapat mendengar, menurut dokter Dzakira haruslah menggunakan alat bantu dengar. Namun, saat itu lantaran keterbatasan biaya, alat bantu dengar yang disarankan dokter belum mampu terbeli.

“Pertamanya kaget, dikasih tahu dokter kalau harga alat dengar itu harganya Rp 30 juta. Kita tidak mampu beli, saya hanya ibu rumah tangga, bapaknya juga baru merintis usaha jualan,” ucap Yuni.

Karena keterbatasan biaya tersebut, mereka berinisiatif untuk membawa Dzakira ke berbagai pengobatan alternatif. Akan tetapi hingga saat ini, mereka belum juga menemukan solusi.

“Setiap orang bilang di sana bisa di sana bisa, kita pergi kita cari pengobatan alternatif tetapi belum juga berhasil,” imbuh sang ayah, Dwi.

Di usia Dzakira yang hampir menginjak bangku sekolah, kedua orang tuanya berharap ada solusi alternatif bagi kesembuhan Dzakira. Sebab, menurut mereka putri kesayangannya itu memiliki bakat dan cukup cerdas.

Berita Lainnya  Warung Makan Mulai Boleh Layani Makan di Tempat, Perpanjangan Jam Buka Masih Dikaji

“Kalau mewarnai itu dia bisa, malah bagus. Tapi kalau tidak bisa mendengar dan bicara kami khawatir dia tidak bisa sekolah seperti anak yang lain,” kata Dwi.

Kedua orang tua itu pun berharap kepada siapapun untuk bisa membantu dalam penyembuhan Dzakira. Sehingga, putrinya itu dapat menjalani kehidupan normal layaknya bocah lainnya.

“Kami berharap ada bantuan, bukan berarti lantas kami meminta uang. Tapi kalau ada alat bantu dengar yang sesuai kebutuhan anak kami malah akan sangat bermanfaat. Bantuan akan sangat berguna bagi masa depan anak kami,” ungkap dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler