fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Anggaran Pembangunan Dipangkas, Dinas Tetap Ajukan Perbaikan Jalan Terdampak Longsor

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejumlah paket pembangunan jalan di Kabupaten Gunungkidul yang dibiayai menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dan APBD Gunungkidul potong bahkan dibatalkan oleh pemerintah. Anggaran yang ada, dimanfaatkan untuk penanganan dan penanggulangan wabah corona yang terjadi sebulan terakhir. Meski begitu, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasam Pemukiman (DPUPRKP) tetap mengusulkan pembangunan pada titik prioritas.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Setyo Koordijanto mengungkapkan, DAK yang rencananya akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan jalan Kepek-Ngobaran terpaksa dibatalkan. Anggaran sellnilai 23 miliar rupiah itu dialihkan oleh pemerintah pusat untuk penanganan corona. Kemudian sejumlah paket pembangunan dan pemeliharaan jalan Kabupaten menggunakan APBD pun juga diurungkan.
Padahal ada sejumlah titik yang seharusnya menjadi prioritas. Maka dari itu, ditengah pandemi ini DPUPRKP tetap mengusulkan anggaran agar ada sedikit yang bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan jalan rusak.
“Kami sudah usulkan ke pimpinan mengenai perbaikan atau pemeliharaan di sejumlah titik yang beberapa waktu lalu rusak akibat longsor,” kata Setyo, Senin (27/04/2020)
Bedasarkan pengamatan dan laporan yang diterima, sejumlah jalan mengalami kerusakan akibat tanah longsor beberapa waktu lalu. Penanganan pun harus sesegera mungkin agar tidak semakin parah dan membahayakan. Lokasi tersebut meliputi, di kawasan Nglanggeran deker jalan rusak akibat longsor.
Kemudian di jalan Rejosari-Glagah (Semin) sempat tertutup longsor, Jatiayu-kalilunyu (Karangmojo, jalan Desa Gari, jalan di Gedangsari, dan jalan di Pucung-Klepu akibat tanah longsor.
“Tinggal bagaimana keputusan pimpinan, apakah diijinkan atau tidak. Harapan kami tentu diijinkan karena itu menjadi sangat mendesak karena berbahaya,” tambahnya.
Saat ini sejumlah kegiatan pun berhenti total akibat corona. Sebenarnya ada sejumlah paket pengerjaan jalan kabuparen, namun karena adanya instruksi dari pimpinan beberapa waktu lalu maka prosesnya dihentikan dan proyek pembangunan sementara ditunda bahkan dibatalkan.
Disinggung mengenai anggaran untuk penanganan jalan yang menjadi skala prioritas itu, pihaknya belum bisa memastikan berapa besaran dana yang dibutuhkan. Saat ini, DPUPRKP Gunungkidul masih menunggu keputusan dari pimpinan.
“Masih menunggu tapi ini juga kembali lagi. Sekarang pemerintah membutuhkan anggaran cukup banyak untuk penanganan corona,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler