fbpx
Connect with us

Budaya

Babad Dalan Kalurahan Giring, Upaya Pelestarian Budaya dan Pengenalan Potensi Wilayah

Diterbitkan

pada

BDG

Paliyan,(pidjar.com)– Gunungkidul memiliki adat, tradisi dan budaya yang masih sangat kental dan selalu dilestarikan oleh warganya. Salah satunya adalah tradisi Babad Dalan Giring yang setiap tahun selalu diselenggarakan oleh warga Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan.

Jumat Kliwon (10/03/2023) kemarin, masyarakat Kalurahan ini menggelar tradisi Babad Dalan. Kegiatan ini untuk mengingat kembali bagaimana ajaran-ajaran Ki Ageng Giring dalam mendekatkan diri kepada Yang Maha Agung, menghadapi keprihatinan dan keteguhannya dalam segala hal yang dilalui. Termasuk sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas keselamatan dan kesejahteraan selama ini.

“Babad Dalan arti filosofinya sejarah atau perjalanan Ki Ageng Giring untuk mendapatkan wahyu dengan melakukan pertapaan di wilayah ini (Giring). Banyak sekali pembelajaran dari keteguhannya dalam mendekatkan diri, keprihatinan dan lain sebagainya,” Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Kalurahan Giring, Sunardi.

Berita Lainnya  Prosesi Pembukaan Cupu Panjala, Bupati Sunaryanta Batal Datang

Rangkaian Babad Dalan sendiri sangat panjang dimana malam sebelumnya, masyarakat melakukan tirakat baru kemudian pada Jumat Kliwon dilakukan rangkaian acara seperti kirab budaya 3 pusaka, genduri, hingga sebar udhik-udhik. Tentunya setiap rangkaian ini memiliki makna tersendiri.

“Kirab 3 pusaka ini merupakan puncak acaranya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tiga pusaka ini diarak dari Napak Dalem atau rumah yang diyakini sebagai tempat tinggal Ki Ageng Giring pada masa itu, menuju ke Balai Kalurahan Giring. Selanjutnya dilakukan doa bersama dan genduri dengan ubo rampe yang telah dipersiapkan. Baru setelah itu dilakukan sebar udhik-udhik yang berisi padi, palawija, dan uang koin.

Dalam sebar udhik-udhik dan berebut gunungan ini, biasanya seluruh warga tumpah ruah untuk mengambilnya. Apa yang didapat kemudian mereka simpan di rumah, terdapat makna tersendiri agar apa yang mereka bawa menjadi berkah.

Berita Lainnya  Petani Bleberan Temukan Benda Purbakala Bergambar Wayang

“Penyelenggaraan Babad Dalan kemarin rangkaiannya selama 6 hari full. Kami berikan adakan kegiatan budaya dan hiburan untuk masyarakat, segala potensi di Kalurahan Giring yang merupakan Desa (Kalurahan) Mandiri Budaya dihadirkan, seperti dolanan anak, adat tradisi, kerajinan, dan kuliner, pengobatan tradisional, serta bahasa dan sastra,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Giring, Joko Triwibowo mengatakan bersyukur pelaksanaan Babad Dalan berjalan lancar. Pelaksanaan adat tradisi tersebut dikemas dengan meriah tak lepas dari kompaknya warga masyarakat bersama lembaga kalurahan. Adapun pada tahun ini, tema yang diambil adalah Tuwuh.

“Daerah kami memiliki potensi budaya yang luar biasa, Giring telah ditetapkan sebagai Desa Mandiri Budaya. Dengan potensi ini tentunya pemkal dan masyarakat harus terus melestarikan adat, tradisi, dan budaya yang dimiliki. Selama ini, antusias masyarakat luar biasa setiap kali menyelenggarakan Babad Dalam, semoga senantiasa selalu diberkahi dan tertanam rasa untuk nguri-uri tradisi dan budaya yang ada,” ucap dia.

Berita Lainnya  Berkunjung ke Desa Penari di Gunungkidul Yang Saat Ini Terancam Punah Lantaran Kurangnya Regenerasi

“Babad dalan dimaknai sebagai tindakan, mendekatkan diri mawas diri, sumeleh atau menerima dan selalu bersyukur. Seperti apa yang menjadi perjalanan Ki Ageng Giring, teguh, prihatin dan berusaha menerima apa yang telah terjadi tidak sesuai dengan keinginan,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler