Pemerintahan
Berharga Mahal, Dua Jenis Imunisasi Anyar Belum Bisa Diterapkan ke Anak-anak di Gunungkidul
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pekan Imunisasi Dunia dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 30 April 2019 ini. Sesuai dengan aturan, setiap anak di Indonesia wajib untuk mendapatkan imunisasi atas alasan kesehatan. Regulasi mengenai imunisasi sendiri diatur oleh UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 yang mana menyebut bahwa anak memiliki hak untuk mendapatkan imunisasi. Orang tua, masyarakat, dan negara wajib memelihara kesehatan anak yang salah satunya dilakukan dengan memberi imunisasi. Sejauh ini, pemerintah menambahkan empat vaksin baru antara lain, Measles and Rubella (MR), Human Papillomavirus (HPV), Japanese Encephalitis, dan Pneumococcus yang harus diberikan kepada anak untuk memberikan imun kepada anak.
Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan, Fransiska Niken Widyawati mengatakan, Human Papillomavirus (HPV) telah diterapkan di Kabupaten Gunungkidul sejak tahun 2017. Imunisasi HPV sendiri merupakan upaya untuk pencegahan kanker leher rahim.
“Imunisasi khusus untuk anak putri kelas 5 dan dilanjutkan kelas 6 SD,” kata Niken, Sabtu (27/04/2019) siang.
Sementara untuk dua vaksin yang baru lainnya, Japanese Encephalitis, dan Pneumococcus belum diterapkan di DIY karena keduanya memiliki harga cukup mahal. Keduanya juga memiliki fungsi yang cukup sentral yakni Japanese Encephalitis untuk pencegahan penyakit radang otak, dan Pneumococcus untuk pencegahan penyakit radang paru. Di tahun 2019 ini, Kementerian Kesehatan baru akan menjadikan Bali sebagai pilot project imunisasi Japanese Encephalitis dan Pneumococcus.
“Ya memang keberhasilan vaksin tidak bisa langsung terlihat ya. Apalagi kanker baru bisa dilihat berpuluh-puluh tahun yang akan datang baru terlihat perkembangan penyakitnya untuk itu, kami harapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk melaksanakan vaksin,” pintanya.
Ia beberkan lebih lanjut, untuk capaian imunisasi dasar lengkap yaitu HBo, BCG, IPV,DPT-HB-HIB, MR di Kabupaten Gunungkidul memiliki cakupan imunisasi 100%. Angka ini cukup tinggi karena target nasional imunisasi dasar lengkap sebenarnya adalah 93%.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Anggraeni mengklaim, orang tua di Daerah Istimewa Yogyakarta telah memiliki kesadaran akan pentingnya imunisasi. Hal ini bisa dilihat dari capaian imunisasi MR di Gunungkidul yang bahkan melebihi target nasional yang ditetapkan.
“Kita cukup bersyukur kesadaran para orang tua Di Kabupaten Gunungkidul khususnya kesadaran masyarakat atas pentingnya imunisasi sangat tinggi,” kata dia. (Ulfah Nurul Azizah)
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
