fbpx
Connect with us

Sosial

Beruntungnya Petani Pengkok, Lahan Subur di Dekat Kali Oya, Dapat Bantuan Irigasi Perpompaan

Published

on

Patuk,(pidjar.com)–Air merupakan faktor utama bagi petani Gunungkidul dalam beraktifitas. Sebab, jika tidak ditunjang dengan ketersediaan air, lahan tentu akan sulit menghasilkan panen melimpah.

Berkaitan dengan ketersediaan air ini, Kelompok Tani (Poktan) Rukun Makaryo, Padukuhan Panjatan, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk sangatlah beruntung. Bagaimana tidak, lahan yang mereka kembangkan berdekatan dengan sumber air sungai Oya.

Di mana pada sepanjang tahun, Sungai Oya di Gunungkidul tak pernah surut. Para petani di sekitar aliran Sungai Oya selama ini biasa menggunakan sumber air sungai Oya dengan perpompaan kecil secara perorangan maupun swadaya.

Ketua Poktan Rukun Makaryo, Jumari menuturkan, pada tahun ini pihaknya merasakan kegembiraan luar biasa. Mereka mendapatkan bantuan irigasi perpompaan dari Kementrian Pertanian. Dengan adanya irigasi perpompaan ini, poktan merasa lebih ringan dalam menyuplai kebutuhan air khususnya pertanaman padi.

“Luas oncoran yang bisa dilaksanakan antara 20 sampai dengan 30 hektar padi. Sedangkan potensi lahan yang ada seluas 45 hektar. Selain untuk pertananaman padi, sebagian juga ditanami palawija atau kacang tanah,” kata Jumari, Selasa (14/07/2020).

Ia menjelaskan, biasanya para petani di wilayahnya hanya bisa menanam padi sebanyak dua kali dalam setahun. Hal itu pun juga diselimuti rasa khawatir terutama pada saat musim kedua jika iklim tidak bersahabat seperti yang terjadi pada tahun 2019. Maka dengan adanya irigasi perpompaan ini, para petani akan merasa aman dalam melaksanakan budidaya padi. Mereka tidak lagi khawatir kekurangan air. Bahkan menurut Jumari, mereka akan menanam padi sampai 3 kali dalam satu tahun.

Berita Lainnya  Posting Ujaran Kebencian Kepada Polisi Usai Nonton Pertandingan Sepakbola, Pemuda Diamankan

“Dengan adanya irigasi ini hasil ubinan juga menunjukkan produktifitas 8,6 ton GKP per hektar atau 7,24 ton GKG per hektar, hasil ini lebih tinggi jika dibanding tahun lalu,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Bambang Wisnu Broto memaparkan bahwa saat ini di Gunungkidul telah memasuki masa panen musim kedua. Luas pertanaman padi pada musim kedua 8.522 hektar dan telah dipanen seluas 1.672 hektar di bulan Juni.

“Sisanya akan di panen di bulan Juli seperti yang dilaksanakan di Poktan Rukun Makaryo saat ini,” kata Bambang.

Ia berharap para petani memanfaatkan infrastruktur air yang telah dibangun untuk memperluas luas pertanaman padi, khususnya pada musim tanam ketiga sehingga indeks pertanaman (IP) padi meningkat. Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat ikut melestarikan sumber air dengan penanaman pohon pohon besar pengikat air di sepanjang aliran air sungai.

Berita Lainnya  Penjagaan Perbatasan Diperketat, Tak Pakai Masker Diminta Putar Balik

“Jangan sampai para petani mewariskan generasi selanjutnya air mata tetapi lebih baik mewariskan mata air,” tandasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler