Sosial
Beruntungnya Petani Pengkok, Lahan Subur di Dekat Kali Oya, Dapat Bantuan Irigasi Perpompaan
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Air merupakan faktor utama bagi petani Gunungkidul dalam beraktifitas. Sebab, jika tidak ditunjang dengan ketersediaan air, lahan tentu akan sulit menghasilkan panen melimpah.
Berkaitan dengan ketersediaan air ini, Kelompok Tani (Poktan) Rukun Makaryo, Padukuhan Panjatan, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk sangatlah beruntung. Bagaimana tidak, lahan yang mereka kembangkan berdekatan dengan sumber air sungai Oya.
Di mana pada sepanjang tahun, Sungai Oya di Gunungkidul tak pernah surut. Para petani di sekitar aliran Sungai Oya selama ini biasa menggunakan sumber air sungai Oya dengan perpompaan kecil secara perorangan maupun swadaya.
Ketua Poktan Rukun Makaryo, Jumari menuturkan, pada tahun ini pihaknya merasakan kegembiraan luar biasa. Mereka mendapatkan bantuan irigasi perpompaan dari Kementrian Pertanian. Dengan adanya irigasi perpompaan ini, poktan merasa lebih ringan dalam menyuplai kebutuhan air khususnya pertanaman padi.
“Luas oncoran yang bisa dilaksanakan antara 20 sampai dengan 30 hektar padi. Sedangkan potensi lahan yang ada seluas 45 hektar. Selain untuk pertananaman padi, sebagian juga ditanami palawija atau kacang tanah,” kata Jumari, Selasa (14/07/2020).

Ia menjelaskan, biasanya para petani di wilayahnya hanya bisa menanam padi sebanyak dua kali dalam setahun. Hal itu pun juga diselimuti rasa khawatir terutama pada saat musim kedua jika iklim tidak bersahabat seperti yang terjadi pada tahun 2019. Maka dengan adanya irigasi perpompaan ini, para petani akan merasa aman dalam melaksanakan budidaya padi. Mereka tidak lagi khawatir kekurangan air. Bahkan menurut Jumari, mereka akan menanam padi sampai 3 kali dalam satu tahun.
“Dengan adanya irigasi ini hasil ubinan juga menunjukkan produktifitas 8,6 ton GKP per hektar atau 7,24 ton GKG per hektar, hasil ini lebih tinggi jika dibanding tahun lalu,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Bambang Wisnu Broto memaparkan bahwa saat ini di Gunungkidul telah memasuki masa panen musim kedua. Luas pertanaman padi pada musim kedua 8.522 hektar dan telah dipanen seluas 1.672 hektar di bulan Juni.
“Sisanya akan di panen di bulan Juli seperti yang dilaksanakan di Poktan Rukun Makaryo saat ini,” kata Bambang.
Ia berharap para petani memanfaatkan infrastruktur air yang telah dibangun untuk memperluas luas pertanaman padi, khususnya pada musim tanam ketiga sehingga indeks pertanaman (IP) padi meningkat. Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat ikut melestarikan sumber air dengan penanaman pohon pohon besar pengikat air di sepanjang aliran air sungai.
“Jangan sampai para petani mewariskan generasi selanjutnya air mata tetapi lebih baik mewariskan mata air,” tandasnya.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
