Kriminal
Bikin Ulah Selama Bulan Ramadan Ini, 7 Penjahat Ditangkap Polisi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Polres Gunungkidul menangani sedikitnya 10 kasus kriminalitas selama Operasi Ketupat Progo yang dilangsungkan mulai 8 Juni 2018 lalu. Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup siginifikan jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun lalu. Sebanyak 7 orang penjahat diamankan dari 5 kasus yang telah berhasil dibongkar oleh polisi.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengatakan tingkat kriminalitas mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu di mana hanya terjadi 3 kasus yang kesemuanya merupakan kasus narkoba. Pada tahun ini, terjadi peningkatan khususnya pada kejadian penganiayaan di mana pihaknya mengamankan total 5 orang pelaku dari 3 kasus yang ditangani. Selain kasus penganiayaan tersebut, polisi juga menangkap 1 orang pelaku pencurian sepeda motor di Kecamatan Purwosari dan kasus UU ITE tentang pornografi.
"Untuk tahun ini terjadi peningkatan, khususnya di kasus penganiayaan. Kita sudah mengamankan 7 orang pelaku kejahatan selama 2 minggu terakhir ini," ujar Riko Sanjaya, Jumat (22/06/2018) sore.
Sejumlah kasus yang masih terus mendapatkan penanganan berupa penyelidikan dari aparat adalah satu kasus penganiayaan, 2 kasus curanmor, serta 2 kasus pencurian. Riko menargetkan bahwa kasus-kasus tersebut bisa segera terbongkar oleh anggotanya yang saat ini sudah tidak terlalu dibebani dengan operasi pengamanan hari raya. Dalam 2 minggu terakhir ini, memang secara personel, Satreskrim Polres Gunungkidul cukup mengalami keterbatasan. Banyak dari anggota yang diperbantukan guna melakukan pengamanan.
“Kita hanya memiliki 50 anggota yang selama Operasi Ketupat ini juga dilibatkan dalam pengamanan,” beber Riko.
Riko pun sedikit mengupas penyebab tingginya kasus penganiayaan yang terjadi di Gunungkidul lantaran kesalah pahaman antara pelaku dengan korban. Dia berharap masyarakat ke depan dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi.
“Selesaikan dengan musyawarah jangan dengan emosi karena ujungnya bisa berurusan dengan hukum,” ulasnya.
Disinggung mengenai penyebab tindakan pencurian yang terjadi, Riko mengatakan bahwa hal tersebut turut dipicu kelengahan korban. Ia mencontohkan seperti pada kasus curanmor yang terjadi di Kecamatan Panggang, korban meninggalkan sepeda motornya dalam keadaan kunci masih tertancap di motor. Alhasil kala itu pelaku kejahatan bisa dengan mudah melancarkan aksi dan membawa kabur sepeda motor tersebut.
"Kalau untuk pencurian, banyak penjahat memanfaatkan rumah yang kosong ditinggal merayakan hari raya. Seperti di Rongkop, penjahat berhasil menguras sebuah rumah yang dalam keadaan kosong ketika ditinggal Sholat Ied,” urai dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
