Kriminal
Bleyer Motor di Depan Rombongan Mabuk, Remaja 16 Tahun Dihajar Hingga Babak Belur
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jajaran Unit Reskrim Polsek Patuk tengah mendalami kasus penganiayaan yang dialami oleh Fani Dwi Andika (16) warga Padukuhan Salaran, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan korban untuk memperdalam kasus penganiayaan pada 15 Desember 2020 lalu.
Kapolsek Patuk, Kompol Hendra Prastawa mengungkapkan, pihaknya mendalami kasus penganiayaan tersebut atas dasar laporan dari Fani Dwi Andika. Kejadian penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (15/12/2020) lalu, kala itu sekitar pukul 17.00 WIB Fani melintas di jalan Tawang-Gembyong tepatnya di Padukuhan Gembyong, Kalurahan Ngoro-oro mengendarai sepeda motor Hobda 70 dengan knalpot blombong.
Saat melintas di jalan tersebut ia menggeber-geberkan kendaraannya dan melewati 3 pemuda yang nongkrong dan tengah minum-minuman keras. Mengetahui ada yang menggeber-geberkan kendaraan 3 pemuda itu kemudian mengejar dan menghentikan Fani.
Setelah berhasil dihentikan kendaraannya, ketiga pemuda yang diduga tengah dalam pengaruh minuman keras tersebut kemudian menganiaya Fani yang hanya sendirian.
“Korban dipukul dan ditendang. Dia tidak berani melawan karena hanya sendiri,” kata Kapolsek Patuk saat dikonfirmasi, Rabu (23/12/2020).
Tak sampai disitu saja, Fani yang semula sudah medapat perlakukan kasar itu dibawa ke depan sebuah gubuk yang digunakan sebagai tempat minum-minum. Lagi-lagi ditempat tersebut korban dianiaya secara beramai-ramai, sejumlah luka dialami oleh korban.
“Ada luka memar di bagian mata dan wajahnya akibat pukulan yang diterima. Hoodie yang digunakan korban juga robek,” imbuhnya.
Setelah kejadian itu, korban dibawa ke puskesmas twrdekat untuk mendapatkan penanganan dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Patuk. Berdasarkan keterangan korban, 3 pelaku tersebut tidak ia kenal. Ciri-ciri umumnya rambut pelaku dicat dan menggunakan 2 kendaraan saat mengejar korban.
“Melakukan penganiayaan saja. Tidak ada barang milik korban yang diambil,” tambahnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan tersebut. Keterangan dari saksi menjadi bahan untuk mengungkap kasus tersebut.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
