Sosial
Buang Limbah ke Aliran Sungai, Industri Tahu dan Tempe Diprotes Warga
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Warga Padukuhan Besari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari dibuat geram dengan adanya pencemaran sungai yang terjadi di wilayahnya. Diduga, air sungai yang menjadi keruh dan bau itu diakibatkan oleh beroperasinya empat industri tahu dan tempe di wilayah setempat.
Pencemaran sungai akibat industri olahan kedelai ini sudah terjadi sejak tiga tahun belakangan. Bahkan pada tahun 2019 lalu, kondisi ini lebih buruk lantran ekosistem sungai mati.
Ketua RW 05, Padukuhan Besari, Kalurahan Siraman, Suparman menuturkan, pihaknya sangat prihatin dengan pencemaran sungai cukup parah yang terjadi di wilayahnya tersebut. Diungkapkannya, saat ini ada empat pabrik tahu dan tempe yang beroperasi di area dekat sungai. Industri inilah yang diduga kemudian membuang limbah ke sungai dan mengakibatkan pencemaran. Selain menimbulkan air keruh dan bau, pencemaran juga mengakibatkan hampir sebagian besar ikan mati.
“Tinggal ikan sapu-sapu yang masih bertahan di sana, kondisinya yang dulu bening sering untuk cuci baju warga sekitar sekarang bau keruh dan lumutan sehingga sama sekali tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ungkap Suparman kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Senin (15/06/2020).
Ia menambahkan, tak hanya Siraman saja, namun sedikitnya ada dua kalurahan lainnya di Kapanewon Wonosari yang terdampak dari pencemaran aliran sungai yang terjadi. Ketiganya yakni Kalurahan Karangrejek dan Wareng.

“Awalnya pemuda karangtaruna Kalurahan Karangrejek datang untuk berembuk dengan pemuda di sini, karena ini wilayah Padukuhan Besari dan di RW 05 ya kami tanggapi baik-baik,” imbuh Suparman.
Menurutnya, keempat pengusaha tersebut mengakui telah membuang limbah ke sungai. Mereka beralibi bahwa saluran IPAL yang mereka miliki tersumbat limbah ternak.
“Akhirnya setelah didiskusikan dengan warga ada titik temu, mereka bersedia membersihkan sungai dan menutup sumber limbah,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Siraman, Damiyo menambahkan, pihaknya sudah mendengar perihal keluhan warga. Ia juga sudah memanggil para pengusaha tahu dan tempe.
“Sungai juga sudah dikeringkan untuk melakukan pengecekan, mereka akan tanggung jawab, mereka akan memperbaiki pengelolaan IPAL sehingga harapannya limbah tidak dibuang ke sungai,” tutup Damiyo.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
