fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Bupati Sidak Kalurahan Paling Minim Kasus Covid19

Published

on

Wonosari (pidjar.com)–Menyusul adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Bupati Gunungkidul, Sunaryanta nampaknya gencar melakukan sidak. Pada Senin (05/07/2021) siang tadi, Bupati bersama rombongan tim gabungan menyasar ke beberapa Pemerintah Kalurahan. Sunaryanta ingin memastikan bahwa PPKM Darurat di Gunungkidul berjalan dengan lancar.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, sesuai dengan namanya, sidak ini dilaksanakan secara acak. Pihaknya ingin menguji kesiapan Pemerintah-pemerintah Kalurahan dalam penerapan PPKM Darurat di wilayahnya. Sebagaimana diketahui, pemerintah kalurahan menjadi salah satu ujung tombak utama dalam pengawasan pelaksanaan PPKM darurat di masing-masing wilayahnya.

Hingga saat ini, Sunaryanta menilai bahwa penerapan PPKM Darurat di Gunungkidul telah berjalan baik. Titik-titik kerumunan masyarakat bisa diminimalisir dengan baik oleh petugas gabungan yang memang rajin melakukan patroli serta edukasi kepada masyarakat.

“Melihat penerapan PPKM di Kalurahan sangat baik, tidak ada kerumunan yang terjadi. Namun tadi saya liat ada beberapa tempat makan yang masih melayani makan di tempat,” ujarnya.

Saat berada di Kalurahan Karangawen, Kapanewon Girisubo, Bupati mengapresiasi kinerja jajaran Pemerintah Kalurahan Karangawen dalam menangani covid19. Pada tahun ini, di Kalurahan Karangawen hanya terjadi 2 kasus konfirmasi positif covid19 dengan rincian satu orang sudah sembuh dan satu orang masih melakukan isolasi mandiri.

“Kalurahan Karangawen menjadi Kalurahan yang cepat dalam menangani covid19 di wilayahnya. Saya harap pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri agar segera sembuh. Sehingga Karangawen bisa bebas dari covid19,” imbuhnya.

Panewu Girisubo, Alsito menambahkan, di Kapanewon Girisubo sendiri saat ini ada 15 kasus aktif covid19. Jumlah ini sangat minim dibandingkan dengan jumlah kasus aktif di Gunungkidul yang mencapai 2.963 kasus. Selama terjadinya pandemi sejak 1,5 tahun terakhir, total kasus di Kapanewon Girisubo hanya sebanyak 85 kasus di mana 66 orang diantaranya sudah berhasil sembuh dan 4 warga meninggal dunia.

Menurut Alsito, selama ini kunci dari minimnya pasien covid19 di wilayahnya lantaran pembatasan yang ketat seperti takziah dan hajatan. Dikarenakan dua kegiatan tersebut yang selama ini menjadi klaster yang memicu lonjakan covid19 di Gunungkidul.

“Mudah-mudahan khusus untuk Kalurahan Karangawen bisa tetap menjaga wilayahnya dari covid19,” terang Alsito.

Pada kesempatan tersebut, Sunaryanta menegaskan agar Pemerintah Kalurahan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah jika sewaktu-waktu mengalami kendala dan kebutuhan yang mendesak.

“Mari jaga kesehatan sama-sama. Rumah Sakit sudah penuh, oksigen mulai menipis, mari menjaga diri dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan”, tegas Bupati.

Selain melakukan sidak di Kalurahan Karangawen, ia juga sempat melewati tempat-tempat wisata pesisir pantai Gunungkidul. Hal itu guna memastikan jika tidak ada wisatawan yang datang seperti kemarin.

Selanjutnya, Sunaryanta melanjutkan sidak ke Kalurahan Getas, Kapanewon Playen. Dalam pertemuan tersebut, dilaporkan saat ini terdapat 23 kasus konfirmasi positif covid19 di Kalurahan Getas. Dengan rincian 21 pasien sedang isolasi mandiri dan 2 orang pasien lainnya telah meninggal dunia.

“Tidak lelah saya himbau kepada masyarakat Gunungkidul untuk tertib melaksanakan PPKM Darurat. Hal ini untuk kebaikan kita bersama. Semoga kedepannya Gunungkidul segera terbebas dari covid19,” pungkas Sunaryanta. (Roni)

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler