fbpx
Connect with us

Sosial

Dampak Kekeringan Meluas, “Sedulur Sri Purnomo” Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Warga Pesisir

Diterbitkan

pada

BDG

Tanjungsari,(pidjar.com)– Sebanyak 118 ribu penduduk Kabupaten Gunungkidul terdampak kekeringan yang menyebabkan mereka sulit untuk mendapatkan air bersih. Saat ini, pemerintah tengah fokus melalukan upaya droping air untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warganya. Selain itu, berbagai bantuan dari pihak-pihak tertentu juga mulai masuk untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Sri Purnomo mantan Bupati Sleman. Pihaknya menyalurkan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Data dari BPBD Gunungkidul, tercatat kurang lebih 118 ribu penduduk di 16 Kapanewon kesulitan air bersih.

“Hari ini kita dropping air bersih 5 tangki di warga Weru, Tanjungsari. Alhamdulilah warga yang memang membutuhkan semuanya kebagian. Dan sebelumnya kita juga sudah dropping 10 tangki di Panggang,” terang Sri Purnomo.

Berita Lainnya  Ledakan Kasus Covid-19 di Gunungkidul, Dalam Sehari 10 Orang Dinyatakan Positif

Bacaleg DPR RI dari Partai PAN ini mengatakan banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait dengan sulitnya mendapatkan air bersih pada musim kemarau seperti ini. Kondisi semacam itu selalu terjadi saat kemarau tiba, warga terpaksa harus membeli air bersih dengan harga yang lumayan mahal untuk pemenuhan kebutuhan mandi, cuci, minum bahkan untuk ternak mereka.

“Rencana kita sejak awal akan bantu 100 tangki. Untuk wilayah mana saja masih kita data sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat,” sambung Sri Purnomo.

Sri Purnomo berharap dengan adanya bantuan air bersih itu, dapat memberikan manfaat yang luas dan meringankan beban masyarakat Gunungkidul yang membutuhkan. Menurutnya selain droping air untuk penanganan jangka pendek, perlu adanya program-program konkret dalam menuntaskan permasalahan air di jangka panjang.

Berita Lainnya  Tinggal di Rumah Bertambal Terpal, Janda 90 tahun Tetap Tidak Ingin Meninggalkan Rumahnya

“Fenomena (kesulitan air bersih) ini tahunan yang artinya pasti terjadi. Sembari kita juga berharap pemerintah setempat dapat mengupayakan terjangkaunya layanan air bersih di rumah-rumah. Kita juga bantu dengan hal-hal seperti ini agar ringan beban para warga ini semakin ringan,” jelasnya. Sri Purnomo.

Salah seorang warga Padukuhan Weru, Katmirah, mengatakan dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih tersebut. Pasalnya, dirinya termasuk warga yang tidak mendapat aliran air dari PDAM dikarenakan biaya instalasi yang cukup mahal.

“Kami memang tidak mampu untuk membayar biaya pemasangan. Jadi kami hanya mengandalkan dari tadah hujan. Dengan adanya bantuan ini saya sekeluarga sangat berterimakasih sekali pada pak Sri,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul dan IKG Minta Warga Perantau Tunda Mudik

Hal senada juga diungkapkan oleh Sutirah, yang mengaku tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Khususnya pada fenomena kekeringan yang cukup panjang ini, isi bak penampungan air miliknya sudah berkurang drastis.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler