Pemerintahan
Diawasi Ketat, Seluruh Hewan Kurban di Gunungkidul Dinyatakan Sehat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Panitia Pemantau Pemotongan Hewan Kurban Kabupaten Gunungkidul mengklaim bahwa seluruh daging kurban aman untuk dikonsumsi. Dari hasil pemantauan yang telah dilaksanakan, petugas tidak menemukan adanya cacing hati atau penyakit kasat mata lainnya yang terkandung.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, dari 8 lokasi tempat pemotongan hewan kurban yang telah dipantau, pihaknya tidak menemukan adanya temuan mencurigakan. Baik dari segi kebersihan hingga penyakit pada hewan kurban.
"Sementara ini tidak ada temuan yang mencurigakan. Lokasi penyebelihan juga kami pantau semua bersih, cacing hati yang dikhawatirkan juga tidak ada," kata Bambang yang juga menjadi salah satu anggota panitia, Rabu (22/08/2018).
Dikatakan Bambang, dalam pemantauan ini pihaknya dibantu 169 personil dan tambahan 35 orang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Tim ini disebar sejak beberapa hari terakhir dan melakukan pemantauan di Masjid-masjid yang ada di Gunungkidul.
"Kemarin tim sudah mulai melakukan pengecekan kesehatan. Dari suhu badan, air liur dan kotoran. Semuanya sehat, jika ada temuan pasti hewan itu kita larang untuk disembelih hari ini," imbuh dia.

Bambang menyatakan bahwa dinyatakannya sehat ternak-ternak kurban di Gunungkidul memang telah diduga. Pasalnya, selama ini memang ternak di Gunungkidul relatif sehat lantaran berada di daerah karst. Sehingga penularan cacing melalui keong sawah sangat kecil kemungkinannya.
"Biasanya pakan yang dari daerah persawahan, parasit pada keong menempel pada rumput dan kemudian dimakan oleh ternak itu dapat menyebabkan cacing hati hidup di dalam ternak," kata dia
Meskipun pantauan pihaknya menyatakan bebas dari cacing hati, namun ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Jika pun ada, akan lebih baik hati yang terserang cacing hati untuk disingkirkan dan tidak dikonsumsi.
"Bisa dilihat tingkat kerusakannya, kalau tidak parah bisa sebagian dikonsumsi, kalau parah ya jangan," imbuh dia.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, perayaan kurban kali ini cukup baik. Selain perihal kesehatan hewan, ia mengacungi jempol kaitanya kekompakan, kerukunan dan gotongroyong di tengah masyarakat.
"Pantauan saya di lapangan masyarakat sangat rukun. Tidak hanya umat muslim saja, tadi umat nasrani juga terlihat guyup rukun ikut serta dalam perayaan kurban kali ini," pungkas Badingah.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
