fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Optimalkan Pembangunan di Gunungkidul, Dewan Minta Pemerintah Tak Takut Buka Pintu Untuk Investor

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dinilai masih takut membuka peluang bagi para investor untuk masuk dan menanamkan modalnya di Gunungkidul. Hal tersebut berdampak pada lambatnya pembangunan. Di era globalisasi ini, serta keterbatasan anggaran yang dikucurkan pemerintah, para investor memang mengambil peran yang sangat penting. Meski demikian, demi optimalisasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul, pemerintah tetap perlu menyeleksi secara ketat para investor yang masuk ke Gunungkidul tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Gunungkidul, Wahyu Pradana Ade Putra. Menurut Ade, saat ini peran pemerintah dalam menjaring investor sangat minim. Ia melihat justru ada ketakutan dari pemerintah dalam menerima para investor tersebut yang siap menggelontorkan modalnya di Gunungkidul.

"Keberanian pemimpin atau pemerintah perlu ditingkatkan. Regulasi memang harus diikuti namun bukan dihindari. Saya rasa saat ini pemerintah banyak pertimbangan yang didasari rasa takut," kata Ade, Rabu (22/08/2018) petang tadi.

Berita Lainnya  Bahas Perbup, Pemerintah Akan Berikan Ganti Rugi Untuk Ternak Yang Mati Mendadak

Ade mengatakan, pemerintah memang harus pintar-pintar untuk menyeleksi para investor. Kehati-hatian memang sangat penting agar nantinya pengembangan yang terjadi bisa sesuai dengan yang diharapkan.

"Jika pihak swasta pasti kan mencari keuntungan, saya rasa mereka akan lebih profesional dalam memberikan pelayanan atau yang lainnya. Daerah yang maju saya rasa adalah daerah yang semakin banyak pengusahanya," katanya.

Menurutnya dengan memberikan kemudahan masuknya investor, maka akan mempercepat peluang pertumbuhan ekonomi. Sehingga harapan bupati untuk memajukan wisata yang semakin maju menjadi tumpuan ekonomi dapat segera terwujud.

Ade menambahkan bahwa saat ini Gunungkidul tengah menjadi primadona para investor. Dengan boomingnya pariwisata, iklim investasi menjadi sangat terbuka.

“Tinggal bagaimana pemerintah menangkap peluang. Buat para investor tersebut takluk, bukan justru mengusir mereka dengan katabelece regulasi. Kalau itu yang terjadi, mereka pasti lari dan menanamkan modalnya ke daerah lain,” urainya.

Berita Lainnya  Resahnya Para Lurah Menyikapi Kabar Dana Desa Terancam Distop

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, saat ini pihak pemerintah sebenarnya sudah membuka peluang adanya investor untuk masuk ke Gunungkidul.

"Kami welcome dengan investor. Kami juga sudah membuat kemudahan-kemudahan, banyak kami lakukan untuk kecepatan pelayanan pengurusan ijin dan sebagainya. Kami juga kordinasi dengan dinas terkait lainnya untuk infrastruktur pendukung," ujarnya.

Pada 2018 ini dikatakan Irawan sejumlah investor juga sudah mulai masuk. Bahkan puluhan investor besar saat ini telah hadir di Gunungkidul.

"Sudah banyak yang mengajukan mulai dari hotel, tempat makan, taman burung, industri. Ada yang mulai konsultasi ada yang sudah berproses. Untuk yang dapat dikatakan besar ada sekitar 10 investasi, yang kecil-kecil banyak," kata Irawan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler