Sosial
Dievakuasi Dari Pemasungan, Dua Pengidap Gangguan Jiwa Dibawa ke Rumah Sakit
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Permasalahan sosial di masing-masing daerah tentu begitu beragam. Di wilayah Gunungkidul saja misalnya, pemerintah daerah terus berupaya melakukan pengevakuasian dan memberikan perhatian bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih mengalami pemasungan dalam menjalani hidupnya. Kamis (29/11/2018) pagi kemarin, Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul melakukan evakuasi pada 2 ODGJ yang sejak beberapa tahun belakangan dipasung oleh pihak keluarga.
Salah seorang yang dievakuasi oleh Dinas Sosial, Windasari (22) warga Padukuhan Natah Wetan, Desa Natah, Kecamatan Nglipar. Gadis belia yang selama beberapa waktu ini dipasung di bagian kaki kanannya ini pagi tadi dievakuasi petugas. Ia dibawa ke rumah sakit jiwa guna mendapatkan perawatan medis atas gangguan jiwa yang dideritanya. Windasari terpaksa dipasung agar aktifitas warga di sekitarnya tidak terganggu dengannya.
Sebelumnya, sehari-hari, segala macam aktifitas remaja perempuan ini hanya dapat dilakukan lokasi yang berada di emperan rumah, tempatnya dipasung. Kaki Winda memang terpasung dengan rantai besi dan dikaitkan dengan sebuah tiang.

Selain Windasari, petugas juga mengevakuasi warga penderita gangguan jiwa di Padukuhan Bendorejo, Desa Semanu, Kecamatan Semanu. Sama seperti Windasari, di sini, seorang perempuan paruh baya pengidap gangguan jiwa menghabiskan waktu sehari-harinya di gubuk kecil yang berada di belakang rumah keluarganya. Adalah Sukinem (51) yang sudah sejak sekitar 10 tahun silam mengidap gangguan jiwa.

Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Semanu, Daryanto mengatakan, pihak keluarga terpaksa memilih jalur pemasungan atau pengurungan lantaran yang bersangkutan seringkali melakukan hal-hal diluar kewajaran dan serta membahayakan masyarakat sekitar. Tak hanya itu, para pengidap gangguan jiwa itu bahkan sering kali kabur entah kemana dan keluarga harus mencari ke berbagai tempat.
“Tidak terlalu jauh untuk lokasi pemasungannya. Hanya di belakang rumah milik keluarga dan dibuatkan sebuah gubuk sendiri,” kata Daryanto, saat dihubungi, Kamis siang.
Bedasarkan informasi yang diperoleh petugas, dan setelah dilakukan upaya pendekatan yang bersangkutan mengidap gangguan jiwa kurang lebih 10 tahun lalu. Semula bekerja di luar daerah sebagai buruh, namun ada trauma saat terjadi kebakaran. Trauma itulah yang membuat gangguan kejiwaan Sukinem hingga sekarang.
Setelah beberapa waktu lalu dari lintas sektoral melakukan pendekatan, akhirnya disepakati pagi tadi dua penyandang ODGJ ini dievakuasi dan dilakukan konsultasi ke RSUD Wonosari, untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Daryanto menambahkan, setelah ada koordinasi dengan pemerintah, kepolisian, TNI, Psikolog, Dokter Kejiwaan dan keluarga Sukinem selanjutnya dibawa kembali ke rumah untuk rawat jalan.
“Masih rawat jalan, kalau sekiranya perlu tindakan lain ya dikondisikan. Tadi diminta untuk dilepas dari pemasungan,” papar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Purwono Sulistyo Hadi mengungkapkan pihaknya terus berupaya melakukan penanganan pada ODGJ Gunungkidul yang mengalami pemasungan. Hal ini agar pemasungan tidak kembali merebak di kalangan masyarakat. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 21 ODGJ di Gunungkidul terdaftar dalam pemasungan.
“Kami upayakan evakuasi, pendekatan dan pemberian perhatian. Biar dari keluarga dan yang bersangkutan merasa ada jaminan dari pemerintah untuk melakukan perbaikan. Tentu kami tidak bekerja sendiri dari lintas sektor juga terus melakukan upaya serupa,” ucap dia.
Pada kasus Sukinem dan Windasari ini, Sulis mengungkapkan jika keduanya dirujuk ke RSUD Wonosari untuk dilakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter. Bedasarkan hasil sementara memang dilakukan rawat jalan. Setiap bulannya penyandang ODGJ ini akan terus melakukan pengobatan di RSUD. Dari puskesmas, TKSK dan aparat keamanan pun juga terus pelakukan pemantauan perkembangan.
“Diupayakan teratasi secara keseluruhan. Namun demikian kesadaran masyarakat juga harus tumbuh, pasalnya keterlibatan masyarakat sendiri sebenarnya lebih besar,” ucap dia.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
