fbpx
Connect with us

Politik

Dorong Musisi Terus Berkarya, Immawan Wahyudi Janji Bangun Studio Rekaman Berkelas

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Gunungkidul memiliki potensi seni dan budaya yang sangat beragam. Berbagai macam kesenian seperti seperti wayang, kethoprak, karawitan, campursari, jathilan maupun yang lainnya masih mendapat tempat di hati masyarakat Gunungkidul. Pemerintah sendiri terus berusaha untuk memberikan perhatian yang lebih bagi para pelaku seni dan masyarakat untuk tetap melestarikan potensi seni dan budaya yang dimiliki dan sekaligus mengembangkannya.

Pengembangan seni dan budaya sendiri menjadi salah satu prioritas dari calon Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Pria yang saat ini cuti dari jabatan Wakil Bupati Gunungkidul ini menegaskan, nguri-uri budaya dan kesenian daerah merupakan salah satu program yang masuk dalam visi misinya sebagai calon Bupati Gunungkidul. Ia konsisten akan memberikan anggaran dari APBD Gunungkidul terkait dengan pengembangan seni dan budaya Gunungkidul.

“Seni dan budaya ini sebagai pengingat masyarakat Gunungkidul akan asal muasalnya, sekaligus juga menjadi salah satu sektor penunjang pariwisata. Seni dan budaya bisa dikembangkan menjadi pusat pariwisata kreatif,” ucap Immawan, Kamis (01/10/2020) siang.

Adanya Taman Budaya Gunungkidul (TBG) yang saat ini telah rampung dibangun diharapkan Immawan nantinya bisa menjadi wadah besar bagi seluruh seniman maupun artis Gunungkidul. Pemkab Gunungkidul sendiri memang memproyeksikan TBG sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. Immawan bahkan menjanjikan, ke depan ia akan membangun studio rekaman berkualitas nomor satu di lokasi tersebut. Studio rekaman ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh para seniman Gunungkidul. Dengan begitu, mereka bisa semakin bersemangat untuk membuat karya dan merenda karir.

“Untuk tempat nanti bisa di TBG, akan tetapi kita siapkan juga alternatif lainnya. Yang jelas, kita ingin memberikan fasilitas kepada para seniman agar bisa membuat karya dan bilamana mungkin bisa dikomersilkan,” lanjut pria yang pada Pilkada Gunungkidul 2020 ini mencalonkan diri menjadi Bupati Gunungkidul ini.

Ia menginginkan, para penyanyi maupun musisi Gunungkidul khususnya bisa lebih berkembang dalam berkarir. Jangan sampai, bakat-bakat musik maupun suara emas para seniman ini hanya terbatas menjadi juara lomba antar instansi saja seperti yang saat ini terjadi. Mereka harus mampu untuk membuat jejak atas karya-karya mereka. Dengan segala keterbatasan yang ada pada para seniman saat ini, sudah menjadi tugas bagi pemerintah dalam memberikan fasilitas. Menurut Immawan, semakin banyak karya yang dihasilkan, tentunya akan semakin bagus. Ia bahkan berencana jika nantinya memang ada cukup banyak karya, maka nantinya akan dikompilasikan dalam bentuk album dan dijual di lokasi-lokasi wisata. Para seniman juga difasilitasi untuk mempertunjukkan kemampuannya dalam setiap acara yang digelar Pemkab Gunungkidul.

“Sangat mungkin kita fasilitasi kemajuan seni musik seniman Gunungkidul. Tentunya kita ingin semakin banyak lagi seniman Gunungkidul yang bisa menasional dan tentunya mengharumkan nama daerah,” tutur Immawan Wahyudi.

Sementara itu, salah seorang seniman ternama dari Gunungkidul, Dhimas Tedjo mengatakan, beragam seni yang dimiliki Gunungkidul sangat patut untuk dilestarikan. Tidak hanya dari para pelaku seni maupun masyarakat, namun demikian perlu adanya perhatian dan dorongan dari pemerintah kabupaten. Pasalnya, seni dan budaya sendiri dianggapnya sangat penting dan juga menjadi sebuah potensi yang luar biasa untuk turut memajukan daerah.

“Seperti misalnya musik campursari sejak beberapa tahun ini sudah sangat dikenal oleh semua kalangan. Baik muda, dewasa hingga mereka yang tua. Mereka menyukai musik campursari bahkan sudah dikenal di mancanegara. Namun demikian legalitas keberadaan musik campursari ini yang perlu diperhatikan, jangan sampai kelewatan karena belum ada payung hukumnya,”kata Dhimas Tedjo.

Kendati demikian, pelaku seni tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Untuk kemajuan seni dan budaya di Gunungkidul memang harus terus dilakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, seni khususnya musik dapat diibaratkan roda berputar. Pasalnya pelaku seni dituntut agar kreatif dan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga karya yang dihasilkan dapat menarik perhatian masyarakatnya. Seperti misalnya campursari saat ini mulai agak terkikis dengan dangdut jawa yang sebenarnya merupakan jenis musik yang berbeda.

“Banyak anggapan jika dangdut jawa itu campursari. Padahal jauh berbeda, ini yang harus diedukasikan ke masyarakat campursari ya campursari beda dengan dangdut jawa,” tambahnya.

Saat ini, pelestarian seni dan pemberian ruang gerak bagi pelaku seni sudah berjalan. Meskipun belum secara keseluruhan semuanya mendapatkan wadah dan perhatian. Ia menyadari jika kapasitas pemerintah terbatas dan adanya prosedur serta aturan yang harus diperhatikan pula.

“Respon dari pemerintah sekarang ini bagus. Keterlibatan dalam pelestariannya dan penyelenggaraan eventnya juga ada. Seni di Gunungkidul seperti campursari yang sudah mendunia itu merupakan sebuah aset dan kekayaan yang besar,”jelas dia.

Disinggung tentang pembangunan Taman Budaya, Dhimas Tedjo mengatakan, nantinya diharapkan ada efek besar dibangunnya gedung tersebut difungsikan semaksimal mungkin untuk pengembangan seni dan budaya. Ia sangat setuju apabila pemerintah bisa memfasilitasi para seniman untuk berkarya dengan pembangunan studio rekaman berkelas. Motivasi dari para seniman akan terus terasah lantaran memiliki wadah untuk mengabadikan karyanya dan jika mungkin dikomersilkan.

“Kalau nantinya ada tempat rekaman yang disediakan oleh pemerintah itukan sangat membantu penyanyi campursari lokal itu juga untuk adik-adik yang ngeband atau bikin lagu juga bisa,” paparnya.

Saat ditanya mengenai sosok Immawan Wahyudi ia mengatakan tokoh tersebut memiliki keperdulian di berbagai sektor yang luar biasa. Tak terkecuali di bidang budaya. Berbagai hal tentu dapat dirasakan oleh masyarakat atas perubahan yang terjadi.

“Beliau entengan, sumeh, bijaksana. Banyak ketemu walau hanya dengan secuil sapaan dan senyuman. Budaya dan seni harus dilestarikan sejalan dengan perkembangan zaman,” tutup Tedjo.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler