Uncategorized
Film Bertaut Rindu, Hadirkan Kisah Remaja dengan Isu Kesehatan Mental
Jogja,(pidjar.com)–Dibintangi oleh dua bintang muda, Adhisty Zara dan Ari Irham, Film Bertaut Rindu akan resmi diputar di bioskop seluruh Indonesia pada 31 Juli 2025. Bertaut Rindu menghadirkan kisah masa remaja dengan sarat makna. Film ini mengisahkan Jovanka (Adhisty Zara) dan Magnus (Ari Irham), dua siswa SMA dengan karakter yang sangat berbeda. Mereka bertemu dalam keseharian membawa kisah keluarga masing-masing.
Sebuah kisah remaja menghadapi problema, film ini bercerita tentang cinta masa sekolah, luka keluarga, dan pencarian jati diri di tengah kerumitan masa remaja. Kisahnya mengajak penonton untuk merayakan setiap gejolak rasa atau emosi masa remaja.
Dimulai dari Jovanka yang berubah setelah perceraian orang tuanya. Bersama sang ibu, Yuli (Putri Ayudya) ia pindah ke Bandung memulai semuanya dari awal. Di sekolah barunya, ia bertemu Magnus , seorang cowok pendiam yang menyimpan banyak rahasia dan trauma. Mereka bersama membuat keberanian untuk menghadapi dunia yang tak selalu ramah.
Ari Irham mengatakan film ini menyentuh sisi pribadinya juga.
“Kalau buat aku lumayan sedikit personal ceritanya, karena saat aku menerima script dan membaca skenario film Bertaut Rindu, aku merasa ada beberapa bagian skenario itu yang cukup dekat denganku,”kata Ari Irham dalam Special Screening Film Bertaut Rindu di Ambarukmo Plaza (20/7/25).

Ia melanjutkan komunikasi cukup sulit untuk sebagian keluarga.
“Sarannya mungkin seperti apa yang dilihat pada film, bahwa komunikasi itu yang sangat penting antara hubungan orangtua dan anak. Dan itu bisa membuka kekakuan dalam hubungan orangtua dan anak, bahkan bisa menjadi sahabat, dan sekarang pun aku sama papaku, orangtuaku seperti sahabat, itu hal yang bagus,”katanya lagi.
Ari melanjutkan banyak adegan yang harus dilakukan penuh effort, di mana banyak adegan-adegan yang silent akting.
“Itu lumayan cukup menguras tenaga mental dan lumayan cukup menguras emosi karena film ini karakter magnus lumayan naik turun. Dan menurut aku tantangannya menjaga itu untuk tetap stabil karena masih kerasa di setiap scene by scene itu lumayan cukup sulit,”katanya.
Bertaut Rindu memaknai betapa pentingnya support sistem dalam hidup seperti dalam film ini kehadiran Jovanka. Hal itu sangat mempengaruhi kehidupan. Seolah memberi pesan untuk jangan pernah malu bercerita, jangan pernah malu untuk pergi ke psikiater atau psikolog.
“Kalau buat Jovanka sendiri mungkin di emosinya karena cukup berat kayak adegan-adegannya apalagi dengan orangtua pastikan ada keadaan yang relate dengan kehidupan aku, jadi kadang-kadang kebawa, dan susah juga sih, banyak adegan adegan yang tidak ada dialognya,”kata Zara.
Ia melanjut film ini memiliki pesan tentang komunikasi antara orangtua dan anak itu sangat penting. Seringnya terjadi miss komunikasi antara orangtua mau yang terbaik buat anaknya, merasa itu yang terbaik tapi sebenarnya belum tentu.
“Kadang orangtua lupa nanya juga apa maunya dia. Lupa mementingkan perasaan anaknya, jadi harapannya ketika film ini sudah tayang, orang tua dan anak yang nonton bisa jadi terbuka hatinya, bisa jadi lebih hangat lagi, saling mau mendengarkan. Karena bukan hanya orangtua saja yang harus didengar tapi anak juga,”kata Zara. (Rosa)
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
