fbpx
Connect with us

Hukum

Gagal Daftar Calon Kades Wonosari, Arisandi Somasi Panitia

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pendaftaran calon kepala Desa di Wonosari, Kecamatan Wonosari menuai protes dari salah satu calon pendaftar. Selasa (01/10/2019) siang tadi, dari pihak calon pendaftar yang mempermasalahkan regulasi dan ketentuan yang ada dalam pendaftaran di desa ini mendatangi Kantor Kepala Desa. Dalam kesempatan ini, pihak calon pendaftar bahkan membawa pula kuasa hukum.

Adalah Dasrilva Arisandi Supma, warga Padukuhan Purbosari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari yang melakukan protes kepada Panitia Pilkades Wonosari. Ia mempermasalahkan mengenai peraturan hari pendaftaran di mana ditentukan tanggal 21 hingga 29 September dengan penjelasan 9 hari kerja. Ia juga mempermasalahkan mengenai sistem sosialisasi terkait hal tersebut yang dianggap kurang maksimal.

Kuasa Hukum Dasrilva Arisandi Supma, Tommy Harahap mengungkapkan, kliennya tersebut mempermasalahkan sistem sosialisasi Pilkades yang dianggap kurang maksimal. Salah satu hal yang dipermasalahkan adalah dalam pengumuman pembukaan pendaftaran, tidak dicantumkan persyaratan yang dibutuhkan dalam pendaftaran.

Kemudian juga berkaitan dengan pemahaman tanggal pendaftaraan hingga penutupan. Sesuai dengan Peraturan Bupati yang dipedomani oleh Tommy maupun kliennya, 9 hari kerja tersebut untuk pendaftaran ditutup pada hari Senin. Sehingga yang bersangkutan berniat untuk mendaftar di hari Senin tersebut.

Berita Lainnya  Panik Kebakaran Lahan Semakin Meluas, Warga Sampai Umumkan Lewat Pengeras Suara Masjid

“Dari panitia agak kurang cermat, karena untuk 9 hari kerja kan hari Senin harusnya ditutup. Tapi ternyata Minggu (29/09/2019) pendaftaran telah ditutup,” terang Tommy Harahap usai mendatangi Kantor Kepala Desa.

Pihaknya pun berupaya agar ada klarifikasi dan atas kesalahan ini, Dasrilva Arisandi Supma dapat mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa. Ancaman somasi atau tuntutan hukum pun telah dibicarakan dengan jajaran Desa dan panitia pemilihan kepala desa.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Wonosari, Sumardi, TA mengakui perihal adanya somasi dari calon pendaftar kepada Panitia Pilkades Wonosari. Menanggapi hal ini, pihaknya masih akan berunding dengan jajaran panitia untuk menentukan langkah dalam penyelesaian permasalahan ini.

“Tadi sudah dibicarakan dari pengacara ke kami (perangkat dan panitia), nanti malam akan dirapatkan,” terang dia.

Dalam pelaksanaan tahapan pendaftaran salon Kades Wonosari sendiri menurut Sumardi telah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Panitia sendiri berpedoman pada Surat Keputusan Bupati nomor 205/KPTS/2019 yang mengatur tentang tanggal dan hari pendaftaran hingga penutupan pendaftaran calon kepala desa. Menurutnya, yang bersangkutan sendiri selama ini mamang tidak pernah ada omongan atau datang ke desa untuk mengambil formulir atau sekedar konsultasi.

Berita Lainnya  Roda Mendadak Lepas, Mobil Kijang Terjun dan Terbalik di Ladang

“Ndak pernah datang ke sini (Desa),” ucap Sumardi.

Ia menceritakan, jika Minggu (29/09/2019) lalu sekitar pukul 22.30 WIB ada yang mencari pihak panitia untuk mengambil formulir dan berkonsultasi. Dari panitia khususnya sekretaris yang menemui seorang laki-laki tersebut mengatakan jika pendaftaran telah ditutup. Sesuai dengan aturan yang berlaku, memang untuk pendaftaran pada hari Sabtu dan Minggu dibuka jam 08.00 hingga 12.00 WIB.

“Pas ketemu sama pak sekretaris panitia itu, juga sudah dikasih tahu mengenai tata tertib yang berlaku dari awal hingga penutupan,” tutupnya.

Disinggung mengenai sosialisasi pendaftaran, Sumardi mengatakan jika dalam pendaftaran ini pihaknya hanya menempel pengumuman pendaftaran. Kemudian bagi warga yang berniat untuk mendaftar diminta untuk berkonsultasi, mengambil formulir dan dibekali dengan syarat-syarat yang dibutuhkan.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler