Connect with us

Hukum

Gagal Daftar Calon Kades Wonosari, Arisandi Somasi Panitia

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pendaftaran calon kepala Desa di Wonosari, Kecamatan Wonosari menuai protes dari salah satu calon pendaftar. Selasa (01/10/2019) siang tadi, dari pihak calon pendaftar yang mempermasalahkan regulasi dan ketentuan yang ada dalam pendaftaran di desa ini mendatangi Kantor Kepala Desa. Dalam kesempatan ini, pihak calon pendaftar bahkan membawa pula kuasa hukum.

Adalah Dasrilva Arisandi Supma, warga Padukuhan Purbosari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari yang melakukan protes kepada Panitia Pilkades Wonosari. Ia mempermasalahkan mengenai peraturan hari pendaftaran di mana ditentukan tanggal 21 hingga 29 September dengan penjelasan 9 hari kerja. Ia juga mempermasalahkan mengenai sistem sosialisasi terkait hal tersebut yang dianggap kurang maksimal.

Kuasa Hukum Dasrilva Arisandi Supma, Tommy Harahap mengungkapkan, kliennya tersebut mempermasalahkan sistem sosialisasi Pilkades yang dianggap kurang maksimal. Salah satu hal yang dipermasalahkan adalah dalam pengumuman pembukaan pendaftaran, tidak dicantumkan persyaratan yang dibutuhkan dalam pendaftaran.

Berita Lainnya  Tujuh Parpol Non Parlemen Bentuk Koalisi Pilkada, Usung Duet Nasionalis-Ulama Untuk Pimpin Gunungkidul

Kemudian juga berkaitan dengan pemahaman tanggal pendaftaraan hingga penutupan. Sesuai dengan Peraturan Bupati yang dipedomani oleh Tommy maupun kliennya, 9 hari kerja tersebut untuk pendaftaran ditutup pada hari Senin. Sehingga yang bersangkutan berniat untuk mendaftar di hari Senin tersebut.

“Dari panitia agak kurang cermat, karena untuk 9 hari kerja kan hari Senin harusnya ditutup. Tapi ternyata Minggu (29/09/2019) pendaftaran telah ditutup,” terang Tommy Harahap usai mendatangi Kantor Kepala Desa.

Pihaknya pun berupaya agar ada klarifikasi dan atas kesalahan ini, Dasrilva Arisandi Supma dapat mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa. Ancaman somasi atau tuntutan hukum pun telah dibicarakan dengan jajaran Desa dan panitia pemilihan kepala desa.

Berita Lainnya  Kalah Judi dan Mabuk, Dua Pemuda Nekat Rampok dan Bunuh Penglajon

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Wonosari, Sumardi, TA mengakui perihal adanya somasi dari calon pendaftar kepada Panitia Pilkades Wonosari. Menanggapi hal ini, pihaknya masih akan berunding dengan jajaran panitia untuk menentukan langkah dalam penyelesaian permasalahan ini.

“Tadi sudah dibicarakan dari pengacara ke kami (perangkat dan panitia), nanti malam akan dirapatkan,” terang dia.

Dalam pelaksanaan tahapan pendaftaran salon Kades Wonosari sendiri menurut Sumardi telah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Panitia sendiri berpedoman pada Surat Keputusan Bupati nomor 205/KPTS/2019 yang mengatur tentang tanggal dan hari pendaftaran hingga penutupan pendaftaran calon kepala desa. Menurutnya, yang bersangkutan sendiri selama ini mamang tidak pernah ada omongan atau datang ke desa untuk mengambil formulir atau sekedar konsultasi.

Berita Lainnya  Serangan Monyet Ekor Panjang Terus Rugikan Petani, Begini Langkah Pemkab Gunungkidul

“Ndak pernah datang ke sini (Desa),” ucap Sumardi.

Ia menceritakan, jika Minggu (29/09/2019) lalu sekitar pukul 22.30 WIB ada yang mencari pihak panitia untuk mengambil formulir dan berkonsultasi. Dari panitia khususnya sekretaris yang menemui seorang laki-laki tersebut mengatakan jika pendaftaran telah ditutup. Sesuai dengan aturan yang berlaku, memang untuk pendaftaran pada hari Sabtu dan Minggu dibuka jam 08.00 hingga 12.00 WIB.

“Pas ketemu sama pak sekretaris panitia itu, juga sudah dikasih tahu mengenai tata tertib yang berlaku dari awal hingga penutupan,” tutupnya.

Disinggung mengenai sosialisasi pendaftaran, Sumardi mengatakan jika dalam pendaftaran ini pihaknya hanya menempel pengumuman pendaftaran. Kemudian bagi warga yang berniat untuk mendaftar diminta untuk berkonsultasi, mengambil formulir dan dibekali dengan syarat-syarat yang dibutuhkan.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler