fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Gelar Pengajian Hingga Bagi-bagi Motor, Perayaan HUT PGRI di Tanjungsari Berlangsung Meriah

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid meminta bagi para Gunungkidul untuk lebih meningkatkan kompetensi dalam segala bidang, terlebih kualitas dalam mendidik pelajar Gunungkidul. Hal ini perlu dilakukan agar kualitas pendidikan lebih baik lagi dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. Pelayanan yang terbaik dan prima pula juga ditekankan kepada para guru yang ada.

Memperingati Hari PGRI di tahun 2018 ini, berbagai evaluasi juga disampaikan oleh Bahron kepada para ribuan guru yang hadir dalam puncak peringatan Hari PGRI yang diselenggarakan di Kecamatan Tanjungsari. Misalnya pada intinya memang sebagai seorang guru dituntut untuk menjadi sebuah panutan tingkah laku dan hal lainnya. Kualitas, pengetahuan juga harus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan kurikulum maupun tingkat kemajuan teknologi.

“Sebagai guru tentu harus bisa menjadi tauladan bagi anak didiknya. Jangan sampai justru menodai predikat guru dengan hal-hal negatif,” ucap Bahron, Minggu (25/11/2018).

Tugas seorang guru yakni berjuang untuk membentuk generasi muda atau penerus untuk dapat lebih maju lagi. Di era sekarang ini tentu diakui tidaklah mudah, namun demikan guru harus mampu membimbing siswanya agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif. Kreatifitas dan inovasi juga dibutuhkan dari masing-masing guru. Berbagai kemudahan dan peningkatan layanan serta perhatian dari pemerintah daerah berangsur ada perhatian pula jika sekiranya kinerja dari masing-masing guru lebih baik.

Menghadiri acara peringatan hari PGRI di Kecamatan Tanjungsari yang dikemas secara meriah, Bahron mengungkapkan apresiasi dan kekagumannya terhadap kebersamaan ribuan guru di Tanjungsari. Rasa kekeluargaan serta kebersamaan masih begitu kental dirasakan, satu dengan lainnya membaur dan saling membantu.

“Ada beragam kegiatan yang diadakan, saya pribadi sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ikut berbaur dengan mereka,” imbuhnya.

Kegiatan memperingati hari PGRI di Kecamatan Tanjungsari memang dikemas cukup meriah. Sejak Kamis lalu diadakan sejumlah kegiatan diantaranya pekan olahraga guru. Kemudian Sabtu malam kemarin diadakan PGRI Berdzikir yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Gunungkidul. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Minggu pagi, seperti hiburan, senam sehat, donor darah, bazar dan pemeriksaan kesehatan. Beberapa instansi pun ikut terlibat dalam kegiatan ini, untuk memeriahkan acara.

Panitia kegiatan, Meianto Wijayanti, M.Pd mengatakan, dalam perayaan kali ini, pihaknya melibatkan kalangan lintas sektoral. Tak hanya dari kalangan pendidik saja, namun masyarakat umum hingga anak-anak juga ikut dilibatkan dalam memeriahkan acara. Ini sebagai tujuan untuk mengenalkan guru pada karakteristik masyarakat setempat. Selain itu, juga memberikan motivasi bagi guru agar lebih bersemangat dan bertanggung jawab kembali dalam menyalurkan ilmu yang dimiliki.

“Semuanya membaur tidak ada yang dibeda-bedakan. Intinya untuk memupuk kebersamaan,” ucap dia.

Semisal untuk bazar yang digelar, sejumlah UMKM dari masyarakat setempat juga ikut diberikan kesempatan untuk mengikuti acara. Pun demikian dengan acara pengajian, hingga senam sehat yang juga melibatkan masyarakat umum.

“Kita ingin mendekatkan guru dengan masyarakat,” lanjut dia.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai alat komunikasi dan mengingatkan guru atau PNS agar bersifat netral dalam menghadapil pemilu tahun 2018. Menyerukan ulang agar nantinya tidak ada polemik yang terjadi, sehingga menyebabkan perpecahan atau konflik berkepanjangan.

“Sebagai puncak acara, kita menyediakan juga satu unit sepeda motor Yamaha kepada peserta yang beruntung,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Dealer Yamaha Sumber Baru Motor Baleharjo, Unggun Hakni menuturkan, pihaknya mendukung penuh kegiatan HUT PGRI ini. Ia menyatakan bahwa guru merupakan salah satu elemen penting dalam membentuk generasi yang berkualitas. Ini menjadi sangat krusial lantaran bangsa yang maju memang membutuhkan sumber daya yang memadai.

“Tugas guru memang berat sehingga menjadi kewajiban kami juga untuk mendukung perayaan apapun yang diselenggarakan oleh mereka (para guru),” ucap dia.

Perhatian kepada guru sendiri juga diaplikasikan dalam pemasaran yang dilakukan selama ini. Khusus untuk guru, pihaknya menyelenggarakan program DP pembelian motor yang hanya Rp 100.000. Pihaknya menyadari bahwa di era sekarang ini, seorang guru memang membutuhkan mobilitas yang cukup tinggi. Tentu saja pada akhirnya mereka membutuhkan kendaraan yang nyaman dan handal.

“Kita berikan program khusus guru yaitu hanya dengan DP sebesar Rp 100.000 saja, sudah bisa membawa pulang sepeda motor anyar di dealer kami,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler