Politik
Gunungkidul Masuk Kategori Kedua Paling Rawan Saat Pemilu, Kapolda DIY Yakin Tetap Kondusif
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berdasarkan pendataan evaluasi yang dilakukan oleh badan pengawas pemilu (Bawaslu), DIY masuk dalam salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dalam Pemilu 2019 ini. Termasuk juga di Gunungkidul yang beberapa waktu lalu juga telah diumumkan jika indeks kerawanannya cukup tinggi. Dari seluruh kabupaten dan kota di DIY, Gunungkidul menduduki peringkat kedua.
Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri memaparkan, penilaian terhadap DIY terkait kerawanan saat pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) sebenarnya ada manfaatnya. Sehingga langkah antisipasi terjadinya kericuhan atau hal-hal yang tidak diinginkan dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum maupun dari masyarakat sendiri.
Kapolda memaparkan, gesekan saat menjelang pemilu mamang dapat terjadi dan tidak menutup kemungkinan semakin mendekati bulan atau tanggal pelaksanaan tingkat kerawanannya pun semakin tinggi.
“Lebih baik dibilang rawan daripada dibilang aman-aman saja, tapi ternyata di belakang ada gejolak yang terjadi. Ini menjadi intropeksi dan dapat segera dilakukan tindakan antisipasi,” kata Irjen Pol Ahmad Dofiri, kepada wartawan saat menghadiri peresmian bangunan Masjid Promoter Baiturrahman, Polres Gunungkidul, Selasa (05/02/2019).
Berkaca pada pemilihan umum di periode sebelum-sebelumnya, gesekan penjelang hari penentuan memang selalu ada. Maka dari itu, semua kalangan harus bersinergi dengan baik, kemudian masyarakat juga harus lebih memahami dan memperluas pandangan agar tidak mudah terpengaruh. DIY memang masuk dalam kategori daerah yang perlu pencermatan lebih jeli kembali.
Maka dari itu, khususnya polisi atau penegak hukum lainya berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pengamanan agar nantinya kondusifitas daerah dapat terjaga dengan baik. Disinggung mengenai penambahan personil saat pengamanan, dirinya mengungkapkan jika personilnya telah mencukupi.
“Polri dan TNI dalam pengamanan Pemilu bulan April mendatang telah disiapkan. Nantinya jika kampanye terbuka telah dimulai paling tidak 3/4 personil akan kami sebar di seluruh titik yang telah ditentukan,” imbuh dia.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono menambahkan, berdasarkan evaluasi, pemetaan dan perbandingan yang dilakukan oleh Bawaslu DIY, Gunungkidul memang menduduki peringkat dua pada kerawanan Pemilu. Namun demikian, ada pula evaluasi yang dilakukan dari beberapa pihak, Gunungkidul justru paling aktif dan kondusif dalam mensikapi suhu politik yang semakin memanas seperti saat ini.
“Ya memang benar (nomor 2 di DIY). Untuk sekarang ini Bawaslu Gunungkidul tengah persiapan pemetaan indeks kerawanan di 18 kecamatan atau wilayah,” ucap dia.
Tentunya peran semua lini, termasuk masyarakat sangatlah dibutuhkan dalam hal ini. Sehingga semua tidak terpancing oleh kondisi politik, persatuan dan kesatuan serta sejumlah asas lain juga tetap diterapkan. Meski berbeda pendapat atau jago calon legislatif ataupun presiden namun tidak mempengaruhi kondisi masyarakat dan daerah.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Mabes Polri akan melajukan penambahan personil terkait pengamanan Pemilu 2019 di sejumlah daerah, diantaranya yakni Sumatera Utara, DIY, Solo, dan Sulawesi. Hal ini lantaran beberapa daerah ini masuk dalam kategori daerah yang sangat rawan. Menjelang Pemilu di bulan April mendatang, tidak menutup kemungkinan suhu politik akan semakin memanas.
Tidak hanya di kalangan para caleg atau pasangan calon presiden, bahkan di kalangan bawah yakni masyarakat pendukung juga dapat terjadi gesekan yang berakibat fatal atau merugikan kalangan. Maka langkah antisipasi dengan pembahan personil inilah yang diambil oleh jajaran kepolisian dalam meredam situasi.
-
Uncategorized19 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
