Sosial
Hasil Tanaman Pangan Sedikit, Komar Pilih Tanam Bahan Bonsai di Ladangnya
Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pertanian selama ini selalu identik dengan tanaman pangan berupa jagung, padi atau kacang. Namun hal tersebut jauh dari angan-angan Komarudin (50) warga Karangasem B, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan. Pria ini memilih menanam tanaman yang bisa dijadikan bonsai di ladang miliknya.
Ditemui di rumahnya, Komar mengatakan, selama ini lahan miliknya hanya ditanami pohon jati dan jagung itu pun hanya bisa dilakukan ketika musim penghujan tiba. Melihat hasil yang tak seberapa tersebut, Komarudin lantas mencoba untuk melirik peluang lainnya. Pilihannya kemudian jatuh pada jenis-jenis tanaman yang bisa digunakan untuk bonsai. Tanaman jenis ini dipilih Komar setelah menyadari bahwa saat ini, bonsai tengah ngetrend di berbagai kalangan.
“Ya awalnya memang ditanami jagung di sela-sela pohon jati. Kemudian kalau mengandalkan hasil penjualan kayu jati waktunya terlalu lama sedangkan kebutuhan hidup setiap hari ada,” ucap Komar, Kamis (20/02/2020).
Ia mengatakan, lahan seluas hampir 2.000 itu kini ia tanami sejumlah tanaman yakni beberapa jenis ficus atau beringin dan lohansung, risonggo, serut, sihanci dan langitan mikro. Menurutnya, dengan terobosan ini, hasil yang ia rasakan lebih menjanjikan. Tak butuh waktu terlalu lama, hasil cangkokan hasil produksi ladangnya saat ini sudah laku dijual.
“Setengah tahun yang diground (ditanam bebas di ladang) sudah laku, biasanya juga yang di cangkokan juga sudah laku. Beda kalau nunggu jati 20 tahun 25 tahun baru bisa dijual,” terang dia.

Nantinya, tanaman yang ada di lahan seluas 2.000 meter tersebut kemudian dipindah ke lahan yang berada di sekitar rumahnya. Bukan tampa maksud, selain untuk perawatan juga sebagai bahan display ke beberapa konsumen yang mencari bahan bonsai.
“Ya pengennya seperti etalase itu, yang di rumah sudah yang naik pot sudah mulai digarap,” paparnya.
Sejak beberapa waktu terakhir ini, rezeki seakan mengalir deras kepada Komar. Bahan bonsai hasil produksinya tak hanya dikenal di seputar Gunungkidul saja, akan tetapi juga banyak dicari oleh bonsai dari berbagai daerah. Biasanya mereka mencari bahan bonsai jenis ficus dan serut.
“Saya kan sudah mulai budidaya, jadi juga tidak melulu mengambil di alam yang saat ini sudah mulai sedikit jumlahnya,” terang dia.
Disinggung mengenai harga, dirinya tidak bisa menjelaskan secara terperinci. Sebab, bentuk pohon serta ukuran dan jenisnya masing-masing memiliki harga yang berbeda.
“Ada yang ditawar Rp 8 juta jenis serut, ada yang Rp 1,5 juta tergantung ukuran, bentuk dan usia pohon itu. Kalau yang kecil-kecil bibit itu bervariasi, ada yang Rp 10 ribu sampai ratusan ribu,” kata dia.
Apa yang ia lakukan ini diharapkan juga menginspirasi masyarakat luas agar bisa memanfaatkan lahan yang kurang produktif namun memiliki dampak ekonomi yang lebih. Sebab saat ini, trend bonsai di Gunungkidul bahkan Indonesia tengah naik daun.
“Potensi yang patut dibidik. Kemudian saya juga kan produksi pot cor-coran. Ini juga menambah penghasilan,” tutup Komar.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized1 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
