Sosial
HUT RI, Perpanjangan PPKM dan Lomba Bertahan Hidup
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tepat hari ini, 76 tahun lalu Republik Indonesia mengumumkan kemerdekaannya melalui proklamasi kemerdekaan. Rasanya, slogan Merdeka atau Mati masih relevan dalam masa pandemi seperti ini. Jika pada jaman dahulu rakyat melawan penjajah, kini masyarakat dihadapkan pada persoalan melawan virus covid19 yang telah merenggut banyak nyawa.
Tak hanya berdampak pada kesehatan, covid19 memporak-porandakan berbagai sektor kehidupan manusia. Sektor Ekonomi, Pariwisata, Sosial, Pendidikan, dan lainnya turut merasakan efek domino adanya covid19 sejak setahun lalu. Pemerintah melalui kebijakannya banyak mengeluarkan aturan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat dengan berbagai level dan istilah. Pada Senin (16/08/2021) kemarin, Pemerintah kembali memperpanjang masa PPKM berbagai level di Jawa-Bali hingga 23 Agustus 2021 mendatang. Entah sampai kapan masyarakat dapat terbebas dari ancaman covid19 beserta dampak berkepanjangan yang menyertainya.
Di Gunungkidul sendiri, dengan diperpanjangnya masa PPKM Darurat berlevel semakin menambah beban ekonomi para pelaku usaha dari berbagai sektor. Salah satu yang paling parah terdampak adalah sektor pariwisata. Selama masa PPKM ini, pemerintah memang menutup total seluruh obyek wisata di Gunungkidul. Diperkirakan sebanyak 7000 pelaku wisata di Bumi Handayani harus kehilangan pekerjaan selama penerapan PPKM Darurat berlevel sejak 3 Juli lalu dan kehilangan pendapatan daerah hingga miliaran rupiah.
Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengungkapkan jika pembukaan objek wisata di Gunungkidul mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Meskipun banyak wisatawan yang nekat berkunjung ke objek-objek wisata di Gunungkidul, petugas penjaga setempat dengan tegas menghalau agar para pengunjung putar balik.
“Objek-objek wisata masih ditutup sampai dibolehkan buka kembali, petugas dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta SAR setempat dilibatkan untuk menghalau jika ada wisatawan datang,” terang Harry.

Dengan masih terjadinya penularan covid19 dan diperpanjangnya PPKM Darurat berlevel, masyarakat nampaknya harus lebih lama lagi berlomba bertahan hidup dari dampak yang ditimbulkan. Lomba bertahan hidup dalam menjaga kesehatan jiwa dan raga serta bertahan hidup guna mempertahankan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Salah seorang pedagang makanan di Pantai Kukup, Muji mengatakan, di momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 tahun ini, ia merasakan dampak ekonomi yang mendalam. Hingar-bingar wisatawan di Pantai Selatan sudah sejak beberapa waktu lumpuh total. Pun demikian dengan usahanya yang harus ia tutup. Sedikitnya, lima karyawannya ia rumahkan selama penutupan obyek wisata ini.
“Usaha kami kan di dalam pantai, otomatis karena wisatawan ditutup ya kami ikut tutup,” kata Muji.
Muji menambahkan, jika dikalkulasi kerugian karena tutup mencapai Rp. 50juta. Bagaimana tidak, sayur mayur bahan pangan olahan yang akan ia jual jelas sudah tidak layak masak jika menunggu pemerintah membuka kembali kawasan wisata.
“Apalagi juga belum jelas kapan wisata dibuka,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto mengaku tak bisa berbuat banyak. Pihak PHRI sendiri sepenuhnya mengaku menaati aturan pemerintah. Hanya saja, ia memohon agar pemerintah mempertimbangkan anggota PHRI yang berada di destinasi wisata khususnya di dalam portal pantai.
“Karena mereka sama sekali tidak ada pemasukan akibat ditutupnya destinasi wisata, anggota kami di luar portal destinasi wisata meskipun sepi masih mending mereka masih ada pendapatan,” tutur Sunyoto.
Ia menilai pelaku usaha di dalam portal pantai cukup memprihatinkan karena perekonomiannya lumpuh total. Ia berharap pemerintah memberikan bantuan kepada pelaku usaha di dalam portal destinasi wisata.
“Secara menyeluruh kaki belum bisa menaksir berapa kerugian yang ditimbulkan dari PPKM level empat ini,” jelas dia.
Kasus penularan covid19 di Gunungkidul beberapa hari terakhir memang menunjukkan penurunan, meskipun masih naik turun. Merujuk data dari Dinas Kesehatan, dalam tiga hari terakhir penularan covid19 telah berada di bawah 100 kasus perharinya. Sedangkan angka kesembuhan pasien sudah konsisten di atas 100 orang tiap harinya. Pasien covid19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri pun berangsur turun. Data terbaru menunjukkan sebanyak 1.424 orang dalam perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menyampaikan jika meskipun penularan covid19 menunjukkan penurunan, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terlena olehnya. Sebab kasus penularan covid19 di Gunungkidul masih bersifat fluktuatif, dan indikatornya terletak pada kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.
“Ketersediaan tempat tidur di rumah sakit saat ini sekitar 58%, meskipun ada tren penurunan kepatuhan prokes tetap harus diperhatikan,” jelasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa23 jam yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized6 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
