Connect with us

Sosial

Kado di Hari Ibu untuk Gunungkidul, DPRD Sahkan Perda Perlindungan Perempuan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Masih ditemukannya kasus terhadap perempuan dan anak disetiap tahunnya mendorong dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Gunungkidul membuat peraturan daerah (Perda) mengenai perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, pengarusutamaan gender, dan perda tentang perlindungan dan pemenuhan hak anak. Tiga perda yang digagas oleh wakil rakyat tersebut awal Desember lalu telah disahkan, diharapkan kedepan dapat memberikan perlindungan dan penyetaraan bagi kaum perempuan.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan pengesahan ketiga perda tersebut menjadi sangat penting karena kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang naik turun di Kabupaten Gunungkidul dan seharusnya menjadi perhatian penting.

“Karena kita berada di legislatif ya kita gunakan peran legislasi kita untuk memperjuangkan hak perempuan dan anak dengan melahirkan perda tersebut, tujuannya ya untuk memberikan perlindungan pada mereka” tutur Endah, dalam acara peringatan Hari Ibu di Bangsal Sewoko Projo, Selasa (22/12/2020) siang tadi.

Ia menjelaskan bahwa raperda yang merupakan inisatif DPRD Gunungkidul tersebut digarap sejak Maret, untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Menurutnya ada keprihatinan tersendiri melihat naik turunnya kasus kekerasan yang terjadi.

Berita Lainnya  8 Bulan Berlalu, Pemerintah Masih Verifikasi Relokasi Korban Longsor Candirejo

“Kita memperjuangkan itu di masa pandemi. Jadi pengesahan tiga perda tentang perempuan dan anak ini menjadi sebuah kado istimewa di hari ibu. Juga sebagai salam perpisahan kita kepada Bupati sebagai sosok pemimpin perempuan di masa-masa terakhir jabatannya” ujar  Endah.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sri Purwaningsih mengungkapkan bahwa hingga bulan November tercatat ada 28 kasus kekerasan yang menimpa kaum perempuan dan anak. Dimana 14 diantaranya merupakan kekerasan seksual.

“Itu yang terlaporkan, yang tidak sudah pasti lebih banyak. Entah mereka bingung atau malu kita belum tau. Dengan adanya perda ini kami akan sangat terbantu untuk mengintegrasikan kepentingan program dan kegiatan akan maksimal,” ungkap Sri.

“Sudah ada anggaran, jadi tahun 2021 nanti akan kita realisasikan dalam bentuk sosialisasi dan kegiatan lainnya” imbuhnya.

Bupati Gunungkidul, Badingah berharap agar adanya perda nantinya dapat meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan daerah dan menjamin perlindungan anak terhadap berbagai tindak kekerasan. Karena seperti yang diketahui bahwa Gunungkidul belum terbebas dari tindak kekerasan yang menimpa kaum perempuan dan anak.

Berita Lainnya  Lebih Cocok Dengan Kondisi Alam Gunungkidul, Pemerintah Kembangkan Varietas Padi Segreng Handayani dan Mendel Handayani

“Saya juga turut prihatin pada perempuan dan anak yang mengalami diskriminasi dan tidak dapat mengaktualisasi diri di lingkungan masyarakat” ujarnya.

Selain itu Badingah juga menyampaikan rasa bangganya pada para ibu di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki peran ganda yang ikut andil dalam kegiatan sosial, pendidikan, maupun kesehatan.

“Saya bangga karena ibu itu adalah seorang pahlawan keluarga yang dapat melayani dan memberikan kasih sayang kepada setiap anggota keluarga. Akan tetapi masih sanggup untuk ikut melayani kebutuhan masyarakat” tutur Badingah.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata17 jam yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler