Hukum
Keluarga Berharap Kasus Dugaan Pembunuhan di Patuk Segera Terungkap dan Pelaku Diganjar Hukuman Setimpal
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Duka mendalam dirasakan oleh keluarga besar Sugiyanti (49) warga padukuhan Ngasemrejo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen. Pasalnya keluarga sendiri tidak menyangka Sugiyanto (52) meninggal dengan cara yang cukup tragis, yang diduga menjadi korban pembunuhan di jalan Jogja-Wonosari.
Keluarganya benar-benar terpukul dengan peristiwa yang dialami oleh Sugiyanto pada Rabu (11/11/2020) dini hari kemarin. Ternyata kepulangannya Selasa sore menjadi pertemuannya dengan keluarga untuk yang terakhir kalinya.
Pagi tadi, rumah yang dihuni oleh Sugiyanti, adik korban nampak keluarganya beraktivitas dengan raut wajah yang masih sembab dan sedih. Ia mengatakan, Selasa sore kakaknya pulang ke Padukuhan Ngasemrejo untuk membelikan Sugiyanti susu. Tak ada percakapan serius saat Yanto sapaan pria tersebut pulang ke rumah.
“Kemarin pulang nganter susu buat saya. Setiap pulang itu memang membelikan saya susu karena saya sakit dan hanya konsumsi susu. Biasanya nginep tapi kemarin kebetulan tidak nginep,” terang Sugiyanti didampingi keluarganya.
Kemudian sekitar jam 20.30 WIB, Sugiyanto pamit untuk ke rumah temannya terlebih dulu dan langsung ke Jogja untuk bekerja. Tak ada firasat aneh yang dirasakan oleh pihak keluarga, Yanto pun juga tidak ada omongan serius dan menunjukkan gelagat aneh.

“Informasinya sampai jam 01.30 WIB itu baru mau balik ke Jogja. Kan kalau bekerja itu mulai jam 03.00 WIB,” jelas dia.
Seiitar pukul 04.00 dini hari Sugiyanti dibangunkan oleh tetangganya memberi kabar jika Sugiyanto ditemukan meninggal dunia di Jalan Jogja Wonosari km 22, tepatnya di Padukuhan Karangsari, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk. Pihak keluarga seakan tak percaya.
Beberapa tokoh dan perwakilan keluarga kemudian datang ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan apakah pria korban pembunuhan itu benar Sugiyanto atau bukan. Saat di rumah sakit, ternyata pria tersebut dipastikan adalah Sugiyanto.
“Tidak pernah bercerita apapun, yang saya tahu tidak ada permasalahan sama siapa saja. Orangnya itu pendiem, komunikasi seperlunya saja,” paparnya.
“Kemarin langsung ada proses dari Kepolisian. Setelah dicocokan memang ada yang hilang yaitu dompet dan tas ransel yang biasa digunakan. Kalau handphone dan motornya masih utuh. Informasinya nomor kontak dan isi chat sudah tidak ada (bersih),” imbuhnya.
Ditubuh korban, terdapat beberapa luka yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia. Setelah proses di rumah sakit selesai, Rabu sekitar pukul 19.30 WIB jenazah korban tiba di rumah duka dan kemudian dimakamkan di TPU setempat.
Kakak korban, Sugeng mengatakan ia sangat terpukul dengan kepergian adik nomor 5 nya itu. Selama ini, Sugiyanto adalah orang yang pendiam dan tidak neko-neko. Bahkan ia juga menjadi tulang punggung keluarganya.
“Terpukul itu pasti. Adik saya meninggal dengan cara seperti ini. Kebetulan saya tinggal di luar Gunungkidul, komunikasi sendiri sangat jarang lah,” ucap Sugeng.
Sugiyanto merupakan seorang duda, belum lama bercerai dengan istrinya dan belum memiliki momongan. Pihak keluarga berharap teka-teki kematian pria 52 tahun tersebut dapat segera diungkap. Pelaku dapat diganjar hukuman yang seberat-beratnya dan setimpal dengan apa yang dilakukan.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized5 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
