Pemerintahan
Kematian Puluhan Ternak di Nglipar Dipastikan Bukan Karena PMK, Ini Penyebabnya
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul memastikan penyebab matinya puluhan hewan ternak di Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar bukanlah disebabkan oleh Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini tengah merebak. Sebelumnya, puluhan hewan ternak milik warga di Kalurahan Pengkol meninggal dalam kurun waktu satu bulan sejak awal Mei lalu.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengungkapkan, petugas lapangan telah memantau dan mengunjungi lokasi hewan-hewan ternak yang mati mendadak. Dari laporan petugas, diketahui penyebab matinya puluhan hewan ternak tersebut bukanlah disebabkan oleh PMK.
“Setelah dikonfirmasi penyebabnya bukan PMK, penyebab kematian adalah, ada yang terkena hipocalsemia dan ada yang terkena parainfluenza,” ucapnya, Sabtu (04/06/2022).
Penyakit hipocalsemia pada hewan ternak sendiri dapat mengganggu metabolisme tubuh hewan yang disebabkan oleh kekurangan mineral kalsium dalam darah. Hal ini lantas berpengaruh pada sistem saraf hewan sehingga kemudian berakibat fatal.
Sebelumnya di Kalurahan Pengkol dilaporkan sebanyak 20 ekor kambing dan 1 ekor sapi meninggal dalam kurun waktu satu bulan ini. Di wilayah tersebut juga dilaporkan sebanyak 6 ekor sapi yang sedang mengalami sakit dan sudah mendapatkan perawatan dari petugas.

Terkait PMK, jika saat ini di Gunungkidul sebanyak 65 ekor hewan ternak dinyatakan suspect dan tengah menjalani pengobatan dari petugas.
“Yang suspect tetap diobati dan dianggap positif,” imbuhnya.
Semakin meluasnya penyebaran PMK ini menurutnya di Gunungkidul belum memerlukan lokasi khusus untuk tempat isolasi hewan ternak. Hal itu dikarenakan untuk menyediakan lokasi khusus tempat karantina hewan ternak memerlukan lokasi yang luas. Lokasi karantina sendiri dilaksanakan secara mandiri dan masih dapat menggunakan kandang milik warga.
“Kalau banyak yang harus diisolasi kemungkinan juga tidak menjadi solusi,” terang Wibawanti.
Potensi menambahnya kasus PMK di Gunungkidul pun masih berpeluang terjadi karena tingkat penularannya yang cepat. PMK patut diwaspadai karena menimbulkan dampak pada berat badan hewan yang turun sehingga mempengaruhi harga jual.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
