Connect with us

Pemerintahan

Kerap Terisolir, Asa Warga Kedungwanglu Miliki Jalan yang Layak Akhirnya Terwujud

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar.com)– Asa warga Padukuhan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen untuk memiliki jalan jembatan yang memadai agar tidak terisolasi saat musim penghujan akhirnya terjawab sudah. Mendekati akhir tahun 2024 ini, pemerintah melakukan penanganan di lokasi tersebut dengan dibangunnya jembatan permanen dan pembangunan jalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan sejak beberapa tahun lalu pemerintah kabupaten Gunungkidul mendapatkan laporan mengenai kondisi warga Kedungwanglu yang selalu terisolir saat musim penghujan. Setelah melalui proses pengecekan dan pengusulan yang cukup panjang, akhirnya pemerintah mendapatkan alokasi anggaran dari Pemprov DIY.

Pembangunan jembatan dan jalan di daerah tersebut menggunakan Dana Keistimewaan. Dimana tahun 2024 menjelang akhir tahun ini pekerjaan fisik mulai dilakukan.

Berita Lainnya  Lindungi Konsumen dari Pedagang Nakal Lewat Tera Ulang, Pemkab Ajukan Pengadaan UPT Metrologi Legal

“Kalau menggunakan APBD prosesnya lumayan lama lagi. Kemarin kami usulkan penggunaan danais dan Alhamdulillah dsetujui tahun ini,” terang Wadiyana.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk penanganan di kawasan langganan terisolir tersebut dilakukan pembuatan jembatan dan jalann dengan nilai kontrak yang sebesar Rp 6.484.749.000. Direncanakan, pembangunan jembatan ini memiliki panjang efektif 150 meter dengan bentang 50 meter dan jalan panjang 100 meter.

Sesuai dengan kontrak yang berlaku, pekerjaan dimulai 17 September 2024 dan untuk penyelesaian pembangunan ditargerkan sebelum akhir tahun. Hal tersebut untuk mengejar sebelum masuk musim penghujan juga.

“Menjelang akhir Desember ditargetkan selesai,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan untuk penanganan permasalahan tersebut dengan dibangunnya jembatan memang tidak serta merta peran pemerintah saja. Sebab untuk lahan jalan yang digunakan merupakan kesadaran warga yang menghibahkan 2 bidang tanahnya.

Berita Lainnya  Curah Hujan Telah Merata, Petani Mulai Giatkan Penanaman

“Jadi pemerintah tidak ada pengadaan lahan untuk program pembangunan tersebut. Peran masyarakat sendiri luar biasa sekali, 2 bidang lahan dihibahkan sukarela untuk menunjang infrastruktur yang memadai,” ucap Rakhmadian.

Ia menjelaskan konsep pembangunannya jembatan baru dicanangkan akan lebih kuat dan lebih tinggi. Selain itu bisa dilewati kendaraan untuk dua arah. Sedangkan, untuk jembatan lama yang crossway akan tetap dipertahankan,  tetap bisa difungsikan hanya untuk satu arah saja.

Sebagaimana diketahui, padukuhan Kedungwanglu sudah belasan tahun setiap musim penghujan tiba selalu terisolasi. Sebab padukuhan ini berada di sebrang sungai Oya, satu-satunya jalan yang bisa dilalui adalah dengan menyrbrangi sungai tersebut melalui crossway yang ada.

Berita Lainnya  Tidak Ada Kesepakatan Baru, Pengelola Parkir Tetap Setorkan Retribusi

Saat intensitas hujan tinggi dan berlangsung lama, warga harus bertaruh nyawa untuk keluar masuk padukuhannya. Yaitu dengan nekat menyebrangi derasnya arus air di sungai Oya.

Salah satunya Abror (30) bersyukur atas pembangunan yang mulai direalisasikan oleh pemerintah. Dengan adanya pembangunan jembatan dan jalan ini, akses mobilitas warga akan lebih mudah dan aman. Terlebih saat musim penghujan tidak perlu menyebrangi dan menerjang derasnya air yang mengalir di sungai.

“Alhamdulillah sudah mulai berjalan pembangunan jembatan, semoga kedepan sudah tidak menyebrang banjir lagi,”kata dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler