fbpx
Connect with us

Sosial

Kesadaran Masih Minim, Kepek 1 Bentuk Forum Perduli Untuk Tangani Covid19

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kesadaran masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan menggunakan sabun,memakai masker, dan menjaga jarak ternyata masih agak kurang. Seperti yang terjadi di Padukuhan Kepek 1, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari masih ditemukan masyarakat yang abai akan prokes yang ditentukan pemerintah. Berawal dari kondisi ini, sejumlah tokoh kemudian meluncurkan Forum Kepek 1 Perduli.

Forum ini dibentuk dengan maksud memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat padukuhan Kepek 1 tentang protokol kesehatan di tengah pandemi. Dengan demikian diharapkan masyarakat memiliki kesadaran yang lebih untuk saling menjaga satu sama lainnya.

Ketua Forum Kepek 1 Perduli, Untoro mengungkapkan kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker mulanya hanya sekitar 45 persen saja. Kebijakan pengetatan kegiatan masyarakat atau yang lebih familier dengan PSBB kemudian ditindak lanjuti dengan dibentuknya forum Kepek 1 Perduli.

Pendampingan dan edukasi tentang pentingnya penggunaan masker diintensifkan oleh para tokoh yang tergabung dalam forum ini. Hasilnya sepekan diterapkan pengetatan dan pemberian edukasi, kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker mengalami peningkatan hingga menyentuh 65 persen. Sisa beberapa persen ini kemudian menjadi sebuah PR untuk dituntaskan.

“Dari situ terus kami evaluasi, masyarakat terus diberikan edukasi mengenai 3 M. Kita (masyarakat) juga sepakat jika Kepek 1 menjadi Kampung Wajib Masker,” kata Untoro, Senin (18/01/2021).

Selain edukasi menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak forum ini juga memberikan pendampingan untuk warga yang isolasi mandiri. Mereka yang anggota keluargannya terpapar tidak boleh berkecil hati, diberikan motivasi untuk tetap semangat sehingga kondisinya tetap stabil atau tidak turun.

“Kita edukasi jangan agar tetap semangat. Iita berikan pengetahuan-pengetahuan dasar untuk meningkatkan imun, tentu kita ambil referensi dari puskesmas,” sambungnya.

Di wilayahnya ada 4 kasus terkonfirmasi positif covid-19. Mereka menjalani isolasi mandiri, di rumah masing-masing. Pihaknya juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak khawatir dan cemas dalam menghadapi kondisi sekarang.

“Kita bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha kampung kita untuk pendanaan dan kita kembalikan bentuk sponsor iklan di baner yg kita pasang. Untuk keluarga isolasi mandiri ada logistik, kita kerjasama dengan ibu-ibu PKK. Ini juga untuk menggerakan rasa keperdulian sesama,” paparnya.

Selain melakukan pendampingan dan arahan, forum ini juga melakukan pengadaan 1.000 masker untuk penduduk. Selanjtnya gentongisasi bagian dari upaya penegakan cuci tangan. Tahap pertama baru 70 buah yang teralisasi targetnya 210 rumah warga.

Ia berharap kedepannya Kepek 1 menhadi salah satu titik pelopor kampung wajib masker. Kemudian menjadi pematik kampung-kampung lain dalam penegakan protokol kesehatan sehingga secara bersama-sama memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Kami juga didukung oleh bu Ketua DPRD Gunungkidul, ini menjadi semangat tersendiri untuk semakin berkontribusi dalam menangani wabah covid-19,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dukuh Kepek 1, Sukirno. Kebersamaan warga di tingkat dusun mampu memutus penyebaran covid19. Edukasi ke masyarakat intens dilakukan kepada masyarakat, padukuhan Kepek 1 memiliki komitmen yang tinggi dalam pencegahan covid19 dan tegaknya protokol kesehatan.

“Kita juga buat video pendek yang isinya tentang pengalaman orang terpapar serta pentingnya penerapan protokol kesehatan. Video itu kemudian kami share ke warga,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler