Kriminal
Komplotan Pemuda Pengguna dan Pengedar Pil Koplo Digulung Polisi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jajaran Satres Narkoba Polres Gunungkidul kembali berhasil menggulung kelompok pemuda yang terlibat penyalahgunaan psikotropika jenis pil koplo. Sebanyak 3 orang pemuda bersama dengan sejumlah barang bukti pil koplo diamankan petugas dalam 2 kali penggerebekan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Wonosari dan Kabupaten Sleman akhir pekan lalu.
Kasat Narkoba Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya menceritakan, terbongkarnya jaringan pemuda pengguna pil koplo tersebut berawal dari laporan masyarakat yang melihat gelagat mencurigakan dari 2 orang pemuda yang tengah nongkrong di sebuah tempat tak jauh dari sebuah angkringan di Jalan Kyai Legi, Padukuhan Sumber Mulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Mendapatkan laporan tersebut, sejumlah anggota kemudian diterjunkan untuk melakukan penyanggongan terhadap MB (26) dan NH (21) keduanya warga Kecamatan Girisubo.
“Minggu (11/02/2018) malam sekitar pukul 19.00 WIB, anggota melakukan penggerebekan terhadap MB dan NH,” ucap Riko, Sabtu (17/02/2018) siang.
Meski sempat mengelak, namun baik MB dan NH akhirnya tak lagi bisa berkutik ketika petugas menemukan barang bukti 3 butir pil merk Atarax Alprazoalam dan 2 butir pil jenis Trihexypenidyl yang disembunyikan di balik pakaiannya. Kedua pemuda itu lantas dikeler ke Mapolres Gunungkidul untuk dilakukan pemeriksaan.
“Mereka mengakui sebagai pemakai pil koplo,” beber Riko.
Kepada petugas, MB dan NH mengaku pula mendapatkan barang haram itu dari seorang temannya berinisial K yang bertempat tinggal di Jalan Kaliurang km 14, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Tak buang waktu usai mengantongi informasi berharga tersebut, petugas langsung melanjutkan perburuan mereka di wilayah Sleman. K yang tak menyangka bisnis ilegalnya telah tercium polisi akhirnya hanya bisa pasrah ketika polisi melakukan penggerebekan dan sekaligus penggeledahan di rumahnya.
Dari tangan K sendiri polisi tak berhasil mendapatkan barang bukti apapun. Berdasarkan pengakuan K, barang dagangan yang dimilikinya telah habis dijual dan dikonsumsi sendiri.
“Pengakuan ketiga tersangka tersebut telah kami konfrontir dan K telah mengakui sebagai penjual pil koplo,” imbuh Riki.
Ketiga pemuda itu ditambahkan Riki saat ini telah dilakukan penahanan di Mapolres Gunungkidul sembari menunggu proses hukum lanjutan. Pihak kepolisian sendiri menjerat MB, NH dan K dengan UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang psikotropika.
“Kita masih terus melakukan pengembangan untuk mencari kemungkinan apakah kita bisa menguak anggota lain dari jaringan mereka,” tutupnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
