Pemerintahan
Lama Ditunggu-tunggu, Dana Desa Termin Pertama Akhirnya Dicairkan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setelah sempat beberapa waktu terkatung-katung, angin segar nampaknya dirasakan oleh 144 desa di Gunungkidul. Pasalnya Dana Desa dari Pemerintah Pusat pada termin pertama sudah masuk ke rekening setiap desa. Hal tersebut sekaligus menjadi pertanda dimulainya sejumlah program pembangunan di tingkat desa yang sempat tertunda lantaran terlambatnya pencairan dana desa ini.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro menjelaskan, pada triwulan pertama ini, pemerintah desa hanya dapat mencairkan sebesar 20 persen dari total keseluruhan dana desa yang diterima. Hal tersebut memang sudah sesuai aturan yang berlaku, kemudian untuk sisanya akan bisa dicarikan pada termin pertama.
“Desa harus menunjukan surat pencairan dana desa sebagai bentuk kesiapan melakukan program pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya,” kata Subiyantoro, Rabu (13/03/2019).
Pada tahun 2019 ini, dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat mencapai Rp 136 miliar. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan ditahun 2018 yang hanya mencapai 117 miliar.
“Terdapat dua desa yakni Desa Melikan di Kecamatan Rongkop dan Pengkol, Kecamatan Nglipar yang menjadi prioritas dalam pembangunan dan pemberdayaan. Karena dua desa ini masuk dalam kategori tertinggal sehingga perlu penanganan khusus,” kata dia.
Pihaknya berharap, atas turunnya dana desa termin pertama ini, seluruh desa segera memulai program yang telah disusun dalam APBDes 2019. Namun tak kalah penting juga, desa diharapkan menanfaatkan dana desa tersebut sebaik mungkin. Selain itu, transparansi juga diharapkan untuk selalu diberikan kepada masayarakat di setiap pembangunannya.
“Ada pendamping desa, inspektorat dan di dinas kami juga jika ingin konsultasi selalu kami layani,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Desa Kepek, Bambang Setiawan mengatakan, dengan turunnya dana desa ini direspon baik oleh pihaknya. Untuk desanya sendiri pada tahun ini memperoleh jatah sebesar Rp 800 juta. Turunnya dana desa pada bulan Maret ini juga tidak menjadi masalah berarti terkait dengan kesejahteraan perangkat desa.
Ia menambahkan, penggunaan dana desa untuk Desa Kepek masih akan berfokus kepada pembangunan fisik. Ia mencontohkan, pada tahun 2019 ini, drainase dan pengerasan jalan serta pembangunan fisik lainnya akan dilakukan di sejumlah titik.
“Tidak lupa juga kita menggunakan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat. Untuk melakukan pelatihan dan menyiapkan SDM tentunya,” kata dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
