Info Ringan
Lima Fakta Tentang Penyakit Disleksia pada Anak
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Disleksia adalah ketidakmampuan belajar terutama mengenai dasar berbahasa tertentu yang memengaruhi kemampuan dalam mempelajari kata-kata. Perlu sekali kita mengetahui gejala-gejalanya secara cepat, terutama bagi orangtua agar bisa memberikan penanganan yang benar. Nah, makanya yuk simak penjelasan terkait tanda-tanda seorang anak mengalami disleksia berikut!
- Mengalami Kesulitan Dalam Membaca
Pada umumnya, anak yang mengalami disleksia memiliki kecerdasan normal seperti anak lainnya. Namun, ada hal yang membedakan di antara mereka. Anak disleksia terlihat sangat berusaha keras dalam belajar membaca. Contohnya, saat mempelajari huruf, sulit untuk mengucapkan dan menerka huruf serta angka atau terbalik memosisikan huruf yang sedang dieja.
- Mengalami Keterlambatan Dalam Berbicara
Anak disleksia memiliki gangguan saat belajar membaca. Hal ini akan memengaruhi dirinya dalam proses belajar berbicara. Mereka akan sering salah dalam mengucapkan kata-kata dan mengalami kesulitan untuk membedakan bunyi kata yang berbeda, meski mereka telah mengenali huruf-huruf.
- Mengalami Keterlambatan Tumbuh Kembang Saat Bayi
Selain mengalami kesulitan dalam hal membaca dan berbicara, anak disleksia juga mengalami kesulitan dalam hal motorik. Anak yang mengidap penyakit jenis ini akan memakan waktu yang cukup lama saat belajar merangkak, berjalan atau mengendarai sepeda dibandingkan anak normal.
- Gangguan Koordinasi Pada Tubuhnya
Jika diperhatikan lebih dalam anak disleksia memiliki pergerakan yang lamban jika dibandingkan dengan anak yang sebaya dengannya. Contohnya saat sedang bermain bola. Anak disleksia akan mengalami kesulitan menangkap dan menerima sebab terjadi permasalahan koordinasi antara mata dan gerakan tangannya yang tidak sinkron.

- Kesulitan Dalam Memahami Arti Kata
Saat seorang anak disleksia dihadapkan dengan kosakata yang baru, mereka akan bingung untuk memahami kata- kata tersebut. Bahkan, seringnya mereka tertukar satu kata dengan kata yang lain. Sebagai contoh, kata yang seharusnya dibaca dan ditulis “buku” tetapi mereka menulis atau mengucapkannya menjadi “duku.” Selain itu juga mereka sering kebingungan untuk memahami kata-kata preposisi seperti atas dengan bawah, depan dengan belakang, dan lainnya.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
