fbpx
Connect with us

Info Ringan

Lima Fakta Tentang Penyakit Disleksia pada Anak

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Disleksia adalah ketidakmampuan belajar terutama mengenai dasar berbahasa tertentu yang memengaruhi kemampuan dalam mempelajari kata-kata. Perlu sekali kita mengetahui gejala-gejalanya secara cepat, terutama bagi orangtua agar bisa memberikan penanganan yang benar. Nah, makanya yuk simak penjelasan terkait tanda-tanda seorang anak mengalami disleksia berikut!

  1. Mengalami Kesulitan Dalam Membaca

Pada umumnya, anak yang mengalami disleksia memiliki kecerdasan normal seperti anak lainnya. Namun, ada hal yang membedakan di antara mereka. Anak disleksia terlihat sangat berusaha keras dalam belajar membaca. Contohnya, saat mempelajari huruf, sulit untuk mengucapkan dan menerka huruf serta angka atau terbalik memosisikan huruf yang sedang dieja.

  1. Mengalami Keterlambatan Dalam Berbicara 
Berita Lainnya  Mengenali Tujuh Jenis Lipstik

Anak disleksia memiliki gangguan saat belajar membaca. Hal ini akan memengaruhi dirinya dalam proses belajar berbicara. Mereka akan sering salah dalam mengucapkan kata-kata dan mengalami kesulitan untuk membedakan bunyi kata yang berbeda, meski mereka telah mengenali huruf-huruf.

  1. Mengalami Keterlambatan Tumbuh Kembang Saat Bayi

Selain mengalami kesulitan dalam hal membaca dan berbicara, anak disleksia juga mengalami kesulitan dalam hal motorik. Anak yang mengidap penyakit jenis ini akan memakan waktu yang cukup lama saat belajar merangkak, berjalan atau mengendarai sepeda dibandingkan anak normal.

  1. Gangguan Koordinasi Pada Tubuhnya

Jika diperhatikan lebih dalam anak disleksia memiliki pergerakan yang lamban jika dibandingkan dengan anak yang sebaya dengannya. Contohnya saat sedang bermain bola. Anak disleksia akan mengalami kesulitan menangkap dan menerima sebab terjadi permasalahan koordinasi antara mata dan gerakan tangannya yang tidak sinkron.

  1. Kesulitan Dalam Memahami Arti Kata
Berita Lainnya  Bakmi Kadin dan Bajigur, Sejoli yang Tak Terpisahkan

Saat seorang anak disleksia dihadapkan dengan kosakata yang baru, mereka akan bingung untuk memahami kata- kata tersebut. Bahkan, seringnya mereka tertukar satu kata dengan kata yang lain. Sebagai contoh, kata yang seharusnya dibaca dan ditulis “buku” tetapi mereka menulis atau mengucapkannya menjadi “duku.” Selain itu juga mereka sering kebingungan untuk memahami kata-kata preposisi seperti atas dengan bawah, depan dengan belakang, dan lainnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler