fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Maksimalkan Potensi Pertanian, Pemerintah Akan Bangun Saluran Irigasi di 11 Titik

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong sektor pertanian untuk kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2021 mendatang pemerintah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai belasan miliar rupiah untuk pembangunan saluran irigasi.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Taufik mengatakan, pihaknya tahun 2021 telah mengusulkan pemanfaatan DAK sebesar 12 miliar rupiah untuk pembangunan irigasi di kawasan pertanian. Anggaran tersebut akan dibagikan ke 11 titik yang sekiranya membutuhkan pembangunan irigasi untuk menungjang sektor pertanian dan kegiatan masyarakat.

Diantaranya di bendung Gelaran, Kapanewon Karangmojo; tuk di Teleng, Kapanewon Ponjong; Pakel, Kapabewon Semin; Karangayu II, Mengger, Karangtalun, bendung Ngawis, Kapanewon Karangmojo; bendung Kalijaran, Kedungsalam, Pilangrejo, Kapanewon Nglipar; dan di Bogor Kidul, Kapanewon Playen.

“Ada 11 titik itu yang nantinya akan menjadi fokus dalam pembangunan irigasi di 2021,” kata Taufik.

Masing-masing titik pembangunannya sekitar 1.500 meter disesuaikan dengan kebutuhannya pula. Adapun anggarannya juga disesuaikan dengan panjang irigasi yang akan dibangun nanti sekitar 550 juta rupiah sampai dengan 1 miliar per titiknya.

“Itu usulan pemanfaatan DAK. Kalau yang APBD sebenarnya juga banyak dari PIWK,” tambahnya.

Di Gunungkidul sendiri terdapat lebih dari 300 km saluran irigasi yang digunakan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan air di sektor pertanian. Beragam kondisi ditemui oleh petugas, ada yang kondisinya baik, rusak dan membutuhkan perawatan. Anggaran yang didapat nantinya juga akan digunakan untuk rehabilitasi.

Belum lama ini, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pemerintah memiliki komitmen untuk meningkatkan pemberian stimulan pengairan dan sarana prasarana lain bagi petani di Gunungkidul. Selama ini program perpompaan, irigasi dan jenis pengairan lain diperbantukan kepada kelompok tani.

“Bantuan semacam itu sangatlah diperlukan untuk menunjang aktivitas pertanian. Sehingga hasilnya jauh lebih maksimal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambung Raharjo.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler