Pemerintahan
Maksimalkan Potensi Pertanian, Pemerintah Akan Bangun Saluran Irigasi di 11 Titik
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong sektor pertanian untuk kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2021 mendatang pemerintah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai belasan miliar rupiah untuk pembangunan saluran irigasi.
Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Taufik mengatakan, pihaknya tahun 2021 telah mengusulkan pemanfaatan DAK sebesar 12 miliar rupiah untuk pembangunan irigasi di kawasan pertanian. Anggaran tersebut akan dibagikan ke 11 titik yang sekiranya membutuhkan pembangunan irigasi untuk menungjang sektor pertanian dan kegiatan masyarakat.
Diantaranya di bendung Gelaran, Kapanewon Karangmojo; tuk di Teleng, Kapanewon Ponjong; Pakel, Kapabewon Semin; Karangayu II, Mengger, Karangtalun, bendung Ngawis, Kapanewon Karangmojo; bendung Kalijaran, Kedungsalam, Pilangrejo, Kapanewon Nglipar; dan di Bogor Kidul, Kapanewon Playen.
“Ada 11 titik itu yang nantinya akan menjadi fokus dalam pembangunan irigasi di 2021,” kata Taufik.
Masing-masing titik pembangunannya sekitar 1.500 meter disesuaikan dengan kebutuhannya pula. Adapun anggarannya juga disesuaikan dengan panjang irigasi yang akan dibangun nanti sekitar 550 juta rupiah sampai dengan 1 miliar per titiknya.
“Itu usulan pemanfaatan DAK. Kalau yang APBD sebenarnya juga banyak dari PIWK,” tambahnya.
Di Gunungkidul sendiri terdapat lebih dari 300 km saluran irigasi yang digunakan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan air di sektor pertanian. Beragam kondisi ditemui oleh petugas, ada yang kondisinya baik, rusak dan membutuhkan perawatan. Anggaran yang didapat nantinya juga akan digunakan untuk rehabilitasi.
Belum lama ini, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pemerintah memiliki komitmen untuk meningkatkan pemberian stimulan pengairan dan sarana prasarana lain bagi petani di Gunungkidul. Selama ini program perpompaan, irigasi dan jenis pengairan lain diperbantukan kepada kelompok tani.
“Bantuan semacam itu sangatlah diperlukan untuk menunjang aktivitas pertanian. Sehingga hasilnya jauh lebih maksimal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambung Raharjo.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
